By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Pemerintah Alihkan Sumber Impor LPG, Dampak Kilang Saudi Aramco Diserang
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Pemerintah Alihkan Sumber Impor LPG, Dampak Kilang Saudi Aramco Diserang

By Redaksi Published 4 Maret 2026
Share
3 Min Read
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia akan mengalihkan impor liquefied petroleum gas (elpiji) dari Timur Tengah ke negara yang rute pengirimannya tidak melewati Selat Hormuz.

Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi atas memanasnya konflik antara Israel, AS, dan Iran, yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz serta penyerangan kilang milik Saudi Aramco, perusahaan migas nasional Arab Saudi.

”Dinamika ketegangan di Timur Tengah, juga terkait dengan Saudi Aramco, itu kena kemarin di sana. Maka alternatifnya adalah kita switch (alihkan) lagi supaya tidak mau ambil risiko,” ucapnya Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (3/3/2026) dikutip dari KOMPAS.com.

Ia menjelaskan, kuota impor elpiji naik dari 7,3 juta ton di 2025 menjadi 7,8 juta ton pada 2026. Dari total kebutuhan tersebut, sekitar 30 persen masih dipenuhi dari kawasan Timur Tengah, termasuk dari perusahaan Saudi Aramco.

“Tahun ini menaikkan menjadi 7,8 juta ton, 70 persennya sekarang kita ambil dari Amerika, 30 persennya dari Timur Tengah, dari Saudi Aramco,” jelas dia.

Kendati porsi impor elpiji terbesar sudah dipasok dari AS, pemerintah tetap melakukan diversifikasi sumber pasokan untuk mengurangi ketergantungan pada wilayah yang beririsan dengan Selat Hormuz, yang dinilai memiliki risiko geopolitik tinggi.

“Jadi sebagiannya kita switch untuk belanja di negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz,” kata Bahlil.

Sebelumnya, kilang minyak utama milik Saudi Aramco di Ras Tanura, Arab Saudi, terpaksa menghentikan operasinya setelah terkena serangan drone di tengah eskalasi konflik kawasan.

Serangan drone dilaporkan terjadi pada Senin (2/3/2026). Insiden tersebut memicu kebakaran kecil di kompleks kilang Ras Tanura, yang berada di pantai Teluk Persia di wilayah timur Arab Saudi.

Menurut seorang sumber industri yang dikutip Reuters, operator kilang yakni Saudi Aramco memutuskan menghentikan operasi fasilitas tersebut sebagai langkah pencegahan setelah serangan terjadi.

Meskipun terjadi kebakaran kecil akibat puing drone yang jatuh, laporan awal menyebutkan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.

Langkah penghentian operasi dilakukan untuk memastikan keselamatan fasilitas dan pekerja, sekaligus memungkinkan penilaian kerusakan yang lebih menyeluruh.

Kilang Ras Tanura sendiri merupakan salah satu fasilitas energi paling penting di dunia Kapasitas pengolahannya mencapai 550.000 barrel per hari, menjadikannya salah satu kilang minyak terbesar di Timur Tengah sekaligus bagian penting dari jaringan ekspor minyak Arab Saudi. (red)

Redaksi 4 Maret 2026 4 Maret 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Dua Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, RI Tempuh Jalur Diplomasi
Next Article Presiden Lakukan Pertemuan Dengan Tokoh Nasional, Bahas Konflik AS – Israel dan Iran
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Negosiasi Iran dan AS Temui Jalan Buntu

29 April 2026
Nasional

Delegasi AS dan Iran Ribut di Rapat PBB Terkait Nuklir

28 April 2026
Nasional

Rusia Tawarkan Jadi Meditator Iran-Israel dan Amerika

28 April 2026
Nasional

Kemendagri Ungkap Banyak Aduan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud

27 April 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?