By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Negara NATO Gagalkan Dana Rp 1.700 T ke Ukraina
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Negara NATO Gagalkan Dana Rp 1.700 T ke Ukraina

By Redaksi Published 24 Februari 2026
Share
3 Min Read
Menteri Luar Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Hungaria resmi memblokir usulan pinjaman darurat Uni Eropa senilai 90 miliar euro (Rp 1.783,71 triliun) untuk Ukraina serta paket sanksi terbaru terhadap Rusia. Langkah ini diambil Budapest sebagai respons atas tuduhan sabotase pasokan minyak oleh Kyiv yang dinilai mengancam keamanan energi nasional mereka.

Veto ganda tersebut diajukan Hungaria pada Senin (23/2/2026) waktu setempat di tengah perselisihan sengit dengan Kyiv terkait pipa minyak Druzhba peninggalan era Soviet. Jalur pipa yang membawa minyak mentah Rusia ke Hungaria dan Slovakia ini telah berhenti beroperasi sejak akhir Januari lalu.

Pihak Kyiv mengklaim bahwa kerusakan pipa tersebut disebabkan oleh serangan Rusia, namun tuduhan tersebut dibantah keras oleh Moskow. Hungaria justru mendukung sikap Moskow dan menuduh Kyiv sengaja menahan pasokan minyak demi alasan politik dan melakukan blokade minyak terhadap negaranya.

Menteri Luar Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto, menegaskan posisi keras negaranya setelah pertemuan para diplomat tinggi blok tersebut yang membahas paket pinjaman dan sanksi. Ia menyatakan bahwa Hungaria tidak akan tunduk pada tekanan yang dianggapnya sebagai upaya pemerasan.

“Ukraina tidak bisa memeras kami; mereka tidak bisa membahayakan keamanan pasokan energi Hungaria dengan berkolusi bersama Brussel dan oposisi Hungaria. Tidak, ini adalah jawaban ‘tidak’ yang jelas,” ujar Szijjarto dikutip dari CNBC Indonesia.

Kegagalan kesepakatan ini memicu kekecewaan dari pimpinan Uni Eropa yang sebelumnya optimis kebijakan tersebut akan disahkan. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyebut keputusan Hungaria ini sebagai hambatan besar bagi diplomasi blok tersebut di tengah konflik yang masih berlangsung.

“Kepemimpinan blok mengharapkan langkah-langkah ini disetujui dalam pertemuan tersebut. Ini adalah kemunduran besar dan sebuah pesan yang tidak ingin kami kirimkan hari ini,” ungkap nya.

Pinjaman senilai 90 miliar euro ini sebenarnya telah disepakati pada Desember lalu. Saat itu, Hungaria, Slovakia, dan Republik Ceko mendapatkan skema pengecualian yang memungkinkan mereka untuk tidak memberikan kontribusi finansial secara langsung ke dalam program tersebut.

Namun, penghentian operasional pipa Druzhba membuat Hungaria dan Slovakia geram. Pekan lalu, kedua negara tersebut mengumumkan akan menangguhkan ekspor diesel ke Ukraina hingga pipa kembali beroperasi, bahkan Perdana Menteri Slovakia Robert Fico mengancam akan menghentikan bantuan listrik darurat.

Robert Fico menegaskan bahwa dirinya akan menepati janji tersebut dan telah mengangkat masalah ini kepada penyedia listrik nasional. Ia mencatat bahwa pada Januari saja, Kiev menerima lebih banyak listrik darurat dari Slovakia dibandingkan sepanjang tahun 2025 untuk menstabilkan jaringan energinya akibat serangan jarak jauh Rusia.

“Saya akan menepati janji saya,” tegas Fico terkait ancaman penghentian pasokan listrik jika Kyiv tidak segera memulihkan pengiriman minyak dalam waktu dua hari. (tps/tps/red)

Redaksi 24 Februari 2026 24 Februari 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Komandan Brimob Minta Maaf, Terkait Bripda MS Aniaya Pelajar Hingga Tewas
Next Article Wabup Kampar Komitmen Tingkatkan Daya Saing Lewat IDSD 2025
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Pembangunan Huntap di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Deadline Pekan Depan

16 April 2026
Nasional

Eks Kepala BAIS : Tim Pengawas Intelijen DPR Tidak Berguna

16 April 2026
Nasional

Netanyahu Tegaskan Dua Target: Bubarkan Hizbullah dan Perdamaian

16 April 2026
Nasional

1 Juta Warga Eropa Tanda Tangan Petisi UE Putus Dari Israel

15 April 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?