By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Pakistan Serang Wilayah Afghanistan, Korban Jiwa Berjatuhan
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Pakistan Serang Wilayah Afghanistan, Korban Jiwa Berjatuhan

By Redaksi Published 22 Februari 2026
Share
3 Min Read
Militer Taliban
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Pakistan pada Minggu (22/2/2026) menyatakan telah melancarkan sejumlah serangan udara ke wilayah Afghanistan yang disebut menjadi basis kelompok militan.

Di sisi lain, pemerintahan Kabul melaporkan bahwa puluhan orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas serta luka-luka akibat serangan tersebut.

Dilansir AFP dan dikutip dari CNBC Indonesia, serangan yang berlangsung semalam itu disebut sebagai yang paling luas sejak bentrokan perbatasan pada Oktober lalu menewaskan lebih dari 70 orang di kedua sisi dan melukai ratusan lainnya.

Pemerintah Pakistan menyebut telah menyerang tujuh lokasi di sepanjang kawasan perbatasan, menargetkan kelompok militan yang berbasis di Afghanistan menyusul insiden bom bunuh diri baru-baru ini di Pakistan.

Dalam pernyataan Kementerian Informasi dan Penyiaran, militer Pakistan menyatakan target operasi mencakup Tehreek-e-Taliban Pakistan atau Taliban Pakistan beserta afiliasinya, serta satu cabang kelompok Negara Islam atau Islamic State.

Sementara itu, pemerintah Afghanistan mengatakan serangan menghantam Provinsi Nangarhar dan Paktika, membunuh dan melukai puluhan orang, termasuk wanita dan anak-anak.

Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengecam keras tindakan tersebut. “Para jenderal Pakistan mencoba menutupi kelemahan keamanan negara mereka melalui kejahatan semacam itu,” tulisnya di platform X.

Sumber keamanan Afghanistan yang enggan disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media mengatakan kepada AFP bahwa 12 anak-anak dan remaja termasuk dalam 17 korban tewas ketika sebuah rumah menjadi sasaran di Bihsud.

Hubungan Memburuk Sejak 2021
Hubungan kedua negara terus memburuk sejak otoritas Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021. Sejak saat itu, sengketa perbatasan dan isu keamanan menjadi sumber ketegangan berkepanjangan.

Kekerasan di perbatasan pada Oktober lalu akhirnya dihentikan melalui gencatan senjata yang dimediasi Qatar dan Turki. Namun beberapa putaran perundingan lanjutan di Doha dan Istanbul gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Islamabad berulang kali menuduh Kabul melindungi kelompok-kelompok militan, khususnya Taliban Pakistan, yang melancarkan serangan ke wilayahnya. Pemerintah Afghanistan membantah tuduhan tersebut.

Pada Minggu, Pakistan kembali menyatakan bahwa meski telah berulang kali didesak, otoritas Taliban tidak mengambil tindakan terhadap kelompok militan yang menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis untuk menyerang Pakistan.

Islamabad menyebut serangan udara itu sebagai respons atas ledakan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Islamabad dua pekan lalu, serta sejumlah serangan bunuh diri terbaru di Pakistan barat laut, termasuk insiden pada Sabtu.

Kelompok Islamic State sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas pemboman masjid tersebut, yang menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai lebih dari 160 lainnya. Serangan itu menjadi yang paling mematikan di Islamabad sejak 2008. (luc/luc/red)

Redaksi 22 Februari 2026 22 Februari 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Israel Serang Lebanon Korban Berjatuhan
Next Article Korsel dan Jepang Kembali Tegang, Seoul Panggil Diplomat Tokyo
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

BGN : MBG Tak Dibagikan Saat Sahur

22 Februari 2026
Nasional

Korsel dan Jepang Kembali Tegang, Seoul Panggil Diplomat Tokyo

22 Februari 2026
Nasional

Israel Serang Lebanon Korban Berjatuhan

22 Februari 2026
Nasional

Perang AS dan Iran di Depan Mata, Eropa Minta Warga Tinggalkan Teheran

22 Februari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?