RIYADH, Juangsumatera.com – Arab Saudi menegaskan keinginannya untuk menjaga hubungan yang kuat dan positif dengan Uni Emirat Arab (UEA). Meski demikian, Riyadh menyebut masa depan relasi kedua negara sangat bergantung pada penarikan penuh pasukan UEA dari Yaman.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan di tengah memanasnya hubungan Riyadh dan Abu Dhabi akibat konflik Yaman yang kembali mencuat ke ruang publik.
Arab Saudi selalu ingin memiliki hubungan yang kuat dan positif dengan UEA,” ujar Faisal bin Farhan dalam konferensi pers di Warsawa, Senin (26/1/2026).
Namun, dia menekankan bahwa hubungan itu hanya dapat berlanjut apabila UEA benar-benar meninggalkan konflik Yaman secara menyeluruh, sebagaimana dilansir AFP dan dikutip dari KOMPAS.com.
“UEA kini telah memutuskan untuk meninggalkan Yaman dan saya pikir jika memang demikian dan UEA sepenuhnya telah meninggalkan isu Yaman, Kerajaan Arab Saudi akan mengambil tanggung jawab,” katanya.
Menurut Faisal, langkah tersebut menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan hubungan kedua negara. “Saya pikir hal itu akan menjadi fondasi untuk memastikan bahwa hubungan dengan UEA tetap kuat dan terus melayani kepentingan tidak hanya kedua negara, tetapi juga kawasan,” ujarnya.
Arab Saudi dan UEA selama ini dikenal sebagai sekutu tradisional di kawasan Teluk dan sama-sama menjadi kekuatan ekonomi utama di wilayah tersebut.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara semakin sering berada pada posisi berseberangan, terutama dalam persaingan bisnis dan dukungan terhadap aktor politik yang saling bertolak belakang di sejumlah negara.
Ketegangan itu memuncak menjadi konflik terbuka terkait Yaman setelah kelompok separatis yang didukung UEA merebut wilayah-wilayah strategis pada akhir tahun lalu, termasuk area di sepanjang perbatasan Arab Saudi.
Langkah tersebut memicu kemarahan Riyadh, yang kemudian membalas dengan serangan udara serta dukungan kepada sekutu-sekutunya di lapangan.
Sebagai respons, Arab Saudi menuntut agar seluruh pasukan UEA ditarik keluar dari Yaman.
UEA menyatakan telah memenuhi permintaan tersebut dan mengklaim telah menarik pasukannya dari negara itu.
Meski demikian, Riyadh menegaskan bahwa penarikan itu harus bersifat menyeluruh dan tidak hanya bersifat formal. Di sisi lain, konflik internal Yaman tetap kompleks dan rapuh. (red)


