JAKARTA, Juangsumatera.com – Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln telah tiba di Timur Tengah pada hari Senin (26/1) waktu setempat di tengah ketegangan antara AS dan Iran. Ini secara dramatis meningkatkan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Kapal induk tersebut dan kapal-kapal pendampingnya diperintahkan ke wilayah tersebut ketika Iran menindak keras protes massal. Meskipun Presiden Donald Trump sejak itu mengendurkan ancaman aksi militernya terhadap Iran, ia tetap bersikeras bahwa semua opsi tetap terbuka.
“Kelompok tempur tersebut saat ini dikerahkan ke Timur Tengah untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional,” kata Komando Pusat AS, yang bertanggung jawab atas pasukan Amerika di wilayah tersebut, dalam sebuah unggahan di media sosial X, dilansir kantor berita AFP, Selasa (27/1/2026) dan dikutip dari detiknews.
Protes di Iran dimulai pada akhir Desember lalu, didorong oleh keluhan ekonomi. Namun, aksi berubah menjadi gerakan massa melawan pemerintah, dengan demonstrasi jalanan besar-besaran selama beberapa hari mulai 8 Januari.
Kelompok hak asasi manusia menuduh pihak berwenang Iran melancarkan penindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan menembak langsung para demonstran di bawah kedok pemadaman internet.
Trump telah berulang kali memperingatkan Iran bahwa jika mereka membunuh para demonstran, Amerika Serikat akan melakukan intervensi militer. Trump juga mendorong warga Iran untuk mengambil alih lembaga-lembaga negara, dengan mengatakan bantuan sedang dalam perjalanan.
Namun, ia menarik kembali perintah serangan awal bulan ini, dengan mengatakan Teheran telah menghentikan lebih dari 800 eksekusi mati di bawah tekanan dari Washington.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, telah memperingatkan terhadap intervensi dan mengatakan negara itu percaya diri dengan kemampuannya sendiri.
Dalam sebuah pernyataan yang tampaknya merujuk pada kapal perang Lincoln, Baghaei menambahkan, “Kedatangan kapal perang seperti itu tidak akan mempengaruhi tekad dan keseriusan Iran untuk membela bangsa Iran.” (ita/ita/red)


