LAMONGAN, Juangsumatera.com – Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Tiwet menyatakan distribusi MBG ke sekolah-sekolah terdampak banjir luapan Bengawan Jero di Lamongan tetap berjalan, meski akses jalan di sejumlah wilayah setempat terendam genangan air.
Asisten Laboratorium SPPG Tiwet Agung mengatakan, pengangkutan ompreng MBG harus dialihkan menggunakan perahu karena ketinggian air di sejumlah desa terdampak belum surut dan kendaraan operasional tidak lagi dapat melintas.
“Pengiriman ke Desa Bojoasri, Gambuhan, Kalitengah dan Tiwet tadi masih bisa menggunakan mobil, tetapi saat kembali air sudah semakin tinggi sehingga kami gunakan perahu,” kata Agung di Lamongan, Selasa (13/1/2026) dikutip dari ANTARA.
Ia menjelaskan, ratusan ompreng MBG dipindahkan secara manual dari mobil ke perahu, kemudian di dayung sejauh sekitar 500 meter di genangan air setinggi kurang lebih 80 centimeter guna menjaga keamanan dan kebersihan wadah makanan. “Total yang kami bawa sekitar 120 ikat atau kurang lebih 300 ompreng,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan mencatat banjir luapan Bengawan Jero hingga awal Januari 2026 berdampak pada lima kecamatan dengan 2.105 rumah penduduk terendam yang dihuni 2.330 kepala keluarga atau 8.334 jiwa.
Selain itu, banjir juga merendam 3.823 hektare sawah dan tambak, 14.232 meter jalan poros, serta 17.247 meter jalan lingkungan, menggenangi 49 lembaga pendidikan dan sejumlah fasilitas umum, dengan total taksiran kerugian mencapai Rp5,42 miliar.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Lamongan Moch. Na’im mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan akses pendidikan tetap terjaga, termasuk dengan menyiapkan perahu di sejumlah titik terdampak.
“Kami berupaya agar pelayanan dasar, termasuk pendidikan dan pemenuhan gizi siswa, tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi lapangan,” katanya. (red)


