By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Trump Susun Rencana Jika Berhasil Singkirkan Rezim Maduro
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Trump Susun Rencana Jika Berhasil Singkirkan Rezim Maduro

By Redaksi Published 10 Desember 2025
Share
3 Min Read
Presiden AS Donald Trump
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump diam-diam menyusun rencana apabila Presiden Venezuela Nicolas Maduro berhasil dilengserkan.

Sejumlah sumber di pemerintahan mengatakan kepada CNN dan dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (10/12/2025),
bahwa AS saat ini sedang menggodok skema yang mencakup tindakan Washington untuk mengisi kekosongan kekuasan dan menstabilkan Venezuela jika Maduro secara sukarela turun maupun dipaksa turun.

Rencana ini disusun seiring dengan tindakan AS menyerang kapal-kapal di Karibia yang diklaim sebagai operasi antinarkoba.

Para pejabat telah terang-terangan mengatakan bahwa operasi antinarkoba itu ditujukan bukan cuma untuk menghentikan aliran narkoba ke AS, tetapi juga untuk memaksa Maduro turun dari jabatan.

Menurut laporan CNN, Trump sejauh ini belum membuat keputusan soal rencana ini. Di samping itu, ada beberapa faksi di pemerintahan yang punya pandangan berseberangan soal potensi tindakan militer maupun misi rahasia AS untuk menggulingkan rezim Maduro.

Akhir November lalu, Trump sempat bicara melalui telepon dengan Maduro, beberapa hari sebelum AS menetapkan Maduro dan sekutunya sebagai anggota organisasi teroris asing.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan meski pembicaraan itu tidak semuanya negatif, Trump sempat mengultimatum Maduro untuk melepaskan jabatannya dan bahwa ia berniat untuk terus “meledakkan” kapal-kapal di Karibia.

Dalam wawancara dengan Politico, Trump tak mau bicara tentang niatnya menggulingkan Maduro. Namun, ia mengatakan waktu yang dimiliki Maduro tinggal sebentar lagi.

Tugas pemerintah federal adalah selalu mempersiapkan rencana A, B, dan C,” kata seorang pejabat senior pemerintahan.

“Merupakan tanggung jawab pemerintah AS untuk mempersiapkan segala skenario di seluruh dunia, yang mungkin terjadi atau tidak,” kata sumber lain yang mengetahui rencana tersebut.

Di Venezuela sendiri, tokoh oposisi yakni María Corina Machado dan Edmundo González juga sudah lama menyusun rencana darurat jika Maduro turun dari jabatan. Rencana tersebut bahkan sudah dibagikan ke berbagai pihak di pemerintahan Trump.

Pemerintahan Trump memang dekat dengan Machado dan Gonzales. Saat pemilu Venezuela tahun lalu, AS menyatakan Gonzales merupakan “presiden sah” karena ia memenangkan suara terbanyak.

Sementara itu, Machado secara terbuka sering memuji Trump dan mengatakan bahwa Venezuela berniat bekerja sama erat dengan AS.

Menurut sejumlah pejabat, selama musim panas, terdapat pembicaraan informal di dalam pemerintahan AS bahwa Machado dan Gonzales seharusnya bisa memimpin Venezuela jika saja Maduro tidak ikut campur.

Para ahli sementara itu menyambut baik rencana persiapan pasca runtuhnya rezim Maduro. Namun, mereka mewanti-wanti kerawanan yang akan terjadi mengingat lamanya Maduro memimpin negara itu.

“Ini pertanda baik. Jika mereka berniat mengubah rezim, yang tampaknya memang mereka inginkan, mereka perlu punya alternatif kuat sejak awal,” kata Mark Cancian, penasihat senior di departemen pertahanan dan keamanan Pusat Studi Strategis dan Internasional.(blq/rds/red)

Redaksi 10 Desember 2025 10 Desember 2025
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Ketua Komisi V DPR : 4 Miliar Per Daerah Banjir Sumatera Tak Cukup
Next Article Gerakan Patungan Beli Hutan, Legislator Sebut Sindiran Tajam
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Tokoh

1 Februari 2026
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?