JAKARTA, Juangsumatera.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan sumber biaya yang akan digunakan untuk pengiriman 8.000 prajurit Indonesia ke Gaza untuk bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF).
Menurutnya, biaya pengiriman pasukan akan menggunakan biaya kontribusi dan sudah menjadi komitmen berbagai negara.
“Jadi nanti masalah keuangan sejauh ini itu seperti kemarin di Board of Peace itu juga ada beberapa yang komitmen untuk kontribusi baik private maupun negara, itu juga akan digunakan untuk menopang semua operasional,” kata Sugiono dalam keterangannya di Washington DC, AS, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/2/2025) dan dilansir dari KOMPAS.com.
Diketahui, sejumlah negara sudah menyampaikan sumbangan lain di luar kontribusi keanggotaan sebesar 1 miliar dollar AS.
Sembilan negara tersebut, yaitu Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait. Mereka telah menyatakan komitmen kontribusi dengan total mencapai 7 miliar dollar AS.
Kendati demikian ia tidak memungkiri, Indonesia juga akan mengeluarkan sejumlah biaya untuk pengiriman pasukan itu. “Tapi kita juga sebagai pengirim pasukan ya pasti mengeluarkan biaya,” jelas Sugiono.
Sebelumnya diberitakan, pemerintah Indonesia siap mengirim pasukan TNI untuk perdamaian di Gaza, menyusul bergabungnya Indonesia menjadi Pasukan Stabilisasi Internasional.
Adapun kepastian ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bersama Presiden AS Donald Trump dan sejumlah pemimpin negara lain di Washington DC, AS, pekan ini. (red)


