By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Sehari Dilantik Jadi Presiden, Trump Tarik AS Keluar Dari WHO
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Sehari Dilantik Jadi Presiden, Trump Tarik AS Keluar Dari WHO

By Redaksi Published 21 Januari 2025
Share
3 Min Read
Presiden AS, Donald Trump
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk menarik Washington dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada Senin (20/1/2025) waktu lokal.

Langkah ini dilakukan Trump hanya beberapa jam setelah dirinya resmi dilantik sebagai Presiden AS ke-47.

Sambil menandatangani dokumen perintah eksekutif itu, Trump mengatakan AS sudah membayar kontribusinya kepada WHO lebih banyak dari China. WHO telah menipu kami, kata Trump seperti dikutip AFP dan dilansir dari CNN Indonesia.

Trump memang telah lama menyerang WHO, terutama ketika pandemi Covid-19 berlangsung. Saat itu, Trump dalam periode pertamanya sebagai presiden AS.

Trump juga saat itu berulang kali mengancam akan mengeluarkan AS dari WHO yang dinilainya sudah secara tidak adil menguras uang AS.

Salah satu dampak AS meninggalkan WHO adalah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) tidak lagi memiliki akses ke data kesehatan global. Jika berkaca pada pandemi Covid-19, data kesehatan global WHO penting lantaran badan tersebut merilis laporan terkini setiap kasus penyakit yang terjadi di seluruh negara, termasuk China saat itu, sehingga dapat disebar luaskan ke negara lain.

Sementara itu, belum jelas apakah dampak langsung terhadap WHO dan jaringan kesehatan dunia jika AS keluar dari organisasi tersebut. Sebab, di sebagian besar organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), AS biasanya menjadi negara dengan donatur terbesar.

Baru-baru ini, WHO menjadi sasaran kritik dari kalangan konservatif terkait dengan kerja mereka dalam merancang perjanjian pandemi untuk memperkuat kesiapsiagaan pandemi dan menetapkan kebijakan yang mengikat secara hukum bagi negara-negara anggota mengenai pemantauan patogen, pembagian data wabah secara cepat, serta pembangunan rantai pasokan dan produksi lokal untuk vaksin dan pengobatan, antara lain.

Di hari yang sama, Trump juga telah lebih dulu menandatangani perintah eksekutif yang akan membuat AS keluar dari Perjanjian Iklim Paris atau Paris Agreement.

“Saya segera menarik diri dari penipuan perjanjian iklim Paris, yang tidak adil dan sepihak,” kata Trump sebelum menandatangani perintah tersebut.

“Amerika Serikat tidak akan menyabotase industri kita sendiri, sementara China mencemari dengan impunitas,” imbuh Trump, dikutip Reuters.

Langkah ini menempatkan AS bersama Iran, Libya, dan Yaman sebagai segelintir negara di dunia yang tak termasuk dalam pakta tersebut.

Dalam pakta Paris Agreement, pemerintah negara-negara penandatanganan sepakat untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri, untuk menghindari dampak terburuk dari perubahan iklim.

Sesuai dengan janjinya, Trump langsung menandatangani perintah eksekutif usai menghadiri acara pelantikannya. Trump dikabarkan bakal menandatangani hingga 200 perintah eksekutif di hari pelantikannya.

Beberapa perintah ekksekutif yang akan diteken Trump di antaranya terkait kebijakan imigrasi AS, soal polemik aplikasi TikTok, hingga pengampunan terpidana. (rds/red)

Redaksi 21 Januari 2025 21 Januari 2025
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Kementerian Transmigrasi Jangan Lepas Tangan Terkait Kasus Indra Sakti
Next Article Trump : Tidak Yakin Gencatan Senjata Gaza Akan Bertahan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Tokoh

1 Februari 2026
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?