By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Pohon – Pohon Hutan Gunung Ciremai Terus Dijarah
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Pohon – Pohon Hutan Gunung Ciremai Terus Dijarah

By Redaksi Published 11 Januari 2026
Share
4 Min Read
Photo temuan pohon kayu dihutan gunung Ciremai yang ditebang
SHARE

KUNINGAN, Juangsumatera.com – Pohon-pohon di hutan gunung Ciremai terus dijarah oleh oknum tidak bertanggung jawab. Tak tanggung – tanggung, ada temuan 44 batang kayu hasil illegal logging.

Temuan 44 tunggak pohon yang diduga hasil pembalakan liar (illegal logging) itu terjadi sepanjang tahun 2019 hingga awal 2025. Data itu berasal dari catatan pengelola Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Temuan 44 batang kayu tersebut terdiri dari tahun 2019 sebanyak 8 temuan, 2020 sebanyak 7 temuan, 2021 sebanyak 5 temuan, 2022 sebanyak 4 temuan, 2023 sebanyak 11 temuan, 2024 sebanyak 4 temuan, dan hingga Januari 2025 sudah ditemukan 5 tunggak pohon bekas tebangan liar.

Totalnya ada 44 temuan sepanjang 2019 hingga awal 2025. Data itu menunjukan kasus pembalakan liar di kawasan Gunung Ciremai terus berulang.

Humas TNGC, Ady Sularso memaparkan dari puluhan temuan batang pohon tersebut, hingga kini belum ada satu pun pelaku pembalak liar yang berhasil terungkap.

“Luasnya tidak bisa dihitung karena lokasinya tersebar. Kebanyakan yang ditemukan hanya bekas potongan tunggak (pangkal pohon). Posisinya terpencar, tidak di satu titik utuh. Dugaan kami, itu tunggak bekas pencurian kayu atau illegal logging. Namun, sejauh ini belum ada yang terungkap,” terang Ady, Sabtu (10/1/2025) dilansir dari detiknews.

Diterangkan lebih lanjut oleh Ady,
pengungkapan aksi pencurian kayu di Gunung Ciremai terkendala pola operasi pelaku yang sistematis dan terorganisir. Para pelaku diduga melibatkan warga lokal sebagai buruh tebang. Selain itu, banyak titik pencurian terjadi di area yang berbatasan langsung dengan lahan milik warga.

“Dugaan kami, mereka menggunakan masyarakat lokal agar lebih aman dan tidak dicurigai. Contoh kasus terbaru, ada mobil dengan pelat AA dari Jawa Tengah, itu kan jauh sekali. Mereka beroperasi malam hari. Kami terus pelajari, apakah kehadiran petugas di lapangan dibocorkan sehingga saat kami patroli, mereka berhenti,” ujar Ady.

Ady menambahkan, proses pengangkutan kayu curian biasanya melibatkan lebih dari enam orang. Lokasi yang berbatasan dengan lahan warga sering dimanfaatkan pelaku untuk mengelabui petugas.

“Mengangkut kayu itu tidak cukup tiga orang. Karena berbatasan dengan lahan warga, mereka sering berdalih sedang mengambil kayu di lahan milik sendiri. Sebab, memang ada beberapa potong kayu milik warga di sekitar sana,” tambahnya.

Pelaku mayoritas mengincar pohon sonokeling karena memiliki harga jual tinggi dan kualitas unggul yang setara dengan kayu jati. Lokasi pencurian paling rawan berada di wilayah utara Gunung Ciremai, seperti kawasan Pasawahan yang cenderung sepi dibandingkan wilayah selatan.

Pihak TNGC mendesak kepolisian untuk segera mengungkap aktor intelektual di balik pembalakan liar ini. “Kami berharap diusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Jangan hanya sebatas buruh tebang, karena pasti ada penadahnya. Itu yang justru harus dituntaskan agar ada efek jera. Karena ini ranah pidana, kami serahkan sepenuhnya ke kepolisian. Bisa saja pemainnya orang yang itu-itu saja,” tegas Ady.

Selain kerugian materiil, TNGC menekankan bahwa pembalakan liar merusak ekosistem hutan secara permanen. Sebagai langkah pencegahan, TNGC akan memperketat pengawasan melalui patroli bersama unsur TNI, Polri, dan mitra masyarakat, serta memasang papan informasi larangan menebang pohon.

“Kerugian tidak hanya dilihat dari nilai jual kayu, tapi terganggunya ekosistem. Misalnya, pohon yang ditebang itu habitat satwa dan tempat bersarang burung. Fungsi pohon untuk menyerap serta menyimpan air juga hilang. Kami berharap masyarakat bisa ikut membantu menjaga hutan,” pungkasnya. (wsw/wsw/red)

Redaksi 11 Januari 2026 11 Januari 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Respon Google Usai Dikaitkan Dengan Kasus Chromebook yang Seret Nadiem
Next Article Peran Gus Yaqut dan Gus Alex Dalam Korupsi Kuota Haji 2024
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Respon Google Usai Dikaitkan Dengan Kasus Chromebook yang Seret Nadiem

11 Januari 2026
Nasional

Mendagri : Kayu Banjir Sumatera Bisa Dipakai Warga, Bukan di Komersial

10 Januari 2026
Nasional

Respon Purbaya Terkait Pejabat Pajak Kena OTT KPK

10 Januari 2026
Nasional

Pemkot Tangsel Bayar 90 Juta per Hari Untuk Buang Sampah ke Cileungsi

10 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?