JAKARTA, Juangsumatera.com – Pendapatan dari penjualan minyak Venezuela telah menembus 1 miliar dollar AS. Pemerintah Amerika Serikat (AS) memastikan dana tersebut tidak lagi ditempatkan di rekening yang berbasis di Qatar.
Dikutip dari NBC News dan dilansir dari KOMPAS.com, Minggu (15/2/2026), Menteri Energi AS, Chris Wright, mengatakan bahwa kini dana hasil penjualan minyak Venezuela disimpan dalam rekening Departemen Keuangan AS.
“Sebuah rekening dibuka di Qatar, yang selama ini dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah AS, untuk menampung dana tersebut dan kemudian menyalurkannya kembali ke Venezuela,” kata Wright, Kamis (12/2/2026).
“Sekarang kami memiliki rekening di Departemen Keuangan AS. Dana itu tidak lagi dikirim ke Qatar,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump mengambil alih penjualan minyak Venezuela setelah menangkap mantan Presiden Nicolás Maduro dalam operasi militer bulan lalu.
Pekan ini, Wright bertemu Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, dalam kunjungan pejabat tinggi AS pertama yang berfokus pada kebijakan energi ke negara anggota OPEC tersebut dalam hampir tiga dekade.
Awal Penempatan Dana di Qatar Wright menjelaskan, pemerintah AS sebelumnya menyetor 500 juta dollar AS hasil awal penjualan minyak ke rekening di Qatar sebelum dana tersebut dipindahkan kembali ke Venezuela. Skema tersebut menuai pertanyaan dari kalangan Demokrat di Kongres AS terkait transparansi dan legalitasnya.
Senator Chuck Schumer dan Senator Adam Schiff mengajukan rancangan undang-undang yang menginstruksikan Government Accountability Office untuk melakukan audit independen terhadap rekening Qatar tersebut.
Risiko Klaim Kreditur Menurut Wright, penempatan dana di Qatar dilakukan karena adanya risiko kreditur Venezuela mencoba menyita dana tersebut apabila langsung ditempatkan di rekening bank AS.
Venezuela menghadapi klaim utang senilai puluhan miliar dollar AS akibat gagal bayar utang negara dan nasionalisasi aset perusahaan minyak seperti Exxon Mobil dan ConocoPhillips.
“Karena Venezuela memiliki begitu banyak kreditur dan utangnya sangat besar, ada risiko jika kami langsung menempatkannya di rekening bank AS yang baru dibuka, para kreditur bisa membekukan dana tersebut,” kata Wright.
Kami pada akhirnya ingin para kreditur mendapatkan kembali uang mereka, tetapi dana itu sangat mendesak untuk disalurkan ke Venezuela, lanjutnya. (red)


