By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Pengusaha Bongkar Aksi Preman Ormas, Ekonomi RI Terancam
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Pengusaha Bongkar Aksi Preman Ormas, Ekonomi RI Terancam

By Redaksi Published 3 Maret 2025
Share
3 Min Read
Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Maraknya aksi oknum organisasi masyarakat (ormas) yang meminta jatah proyek, pungutan liar, hingga uang keamanan semakin meresahkan dunia usaha.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, menyebut tekanan semacam ini tak hanya membebani pelaku usaha, tetapi juga berpotensi merusak iklim investasi Indonesia.

Shinta menilai, gangguan seperti ini menciptakan ketidakpastian dalam dunia usaha, yang pada akhirnya membuat investor berpikir ulang untuk menanamkan modal di Indonesia.

Dia pun menegaskan, bahwa aksi pemalakan oleh oknum ormas bukan hanya menjadi masalah bagi perusahaan, tetapi juga bisa berdampak buruk terhadap daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi.

“Gangguan yang muncul akibat tindakan semacam ini dapat memicu peningkatan biaya berusaha, meningkatkan ketidakpastian dalam berbisnis, serta menurunkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia,” kata Shinta kepada CNBC Indonesia, Senin (3/3/2025).

Jika situasi ini terus dibiarkan, menurutnya, Indonesia bisa kehilangan potensi investasi besar yang seharusnya bisa membantu mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Hitungan kerugiannya pun bukan hanya dari tambahan biaya yang harus dikeluarkan oleh para pelaku usaha, namun juga potensi hilangnya investasi yang masuk ke Indonesia karena ketidakpastian berusaha,” tambahnya.

Dalam persaingan global, negara-negara lain justru terus memperbaiki kebijakan mereka agar semakin ramah bagi investor. Jika Indonesia tidak segera menertibkan praktik yang menghambat dunia usaha, para investor bisa beralih ke negara lain yang menawarkan kepastian hukum dan lingkungan bisnis yang lebih kondusif.

“Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menurunkan daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi yang efektif,” tegas dia.

Untuk mengatasi masalah ini, Apindo mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah tegas dalam memberantas aksi oknum yang merugikan dunia usaha.

“Kami berharap pemerintah dapat mengambil langkah tegas dalam mengatasi masalah ini, termasuk dengan menertibkan gangguan yang dapat membuat investor lari dari Indonesia,” ujar Shinta.

Selain itu, ia juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan industri untuk menciptakan kepastian hukum bagi dunia usaha.

Shinta menekankan, jika iklim investasi diperbaiki dan hambatan dalam berbisnis dapat ditekan, maka manfaatnya akan sangat besar bagi perekonomian Indonesia.

“Kami percaya, ketika iklim investasi ini diperbaiki, hambatan dan biaya berbisnis di Indonesia dapat diturunkan, maka lapangan pekerjaan dapat meningkat,” tukas dia.

Lebih lanjut, Apindo sendiri menyatakan siap berkontribusi dalam upaya menciptakan lingkungan usaha yang lebih aman, nyaman, dan kompetitif.

“Apindo siap berkontribusi dalam upaya ini dan terus berkomitmen untuk mendukung terciptanya lingkungan usaha yang aman, nyaman, serta kompetitif,” pungkasnya. (wur/red)

Redaksi 3 Maret 2025 3 Maret 2025
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article   5 Tersangka Ditetapkan KPK Dalam Kasus Korupsi LPEI, Potensi Kerugian Rp 11,7 T
Next Article Bupati dan Wabup Acara Tasyakuran Bersama Masyarakat Kampar
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Tokoh

1 Februari 2026
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?