By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Negara yang Tolak Rencana AS Kuasai Greenland, Trump Ancam Tarif
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Negara yang Tolak Rencana AS Kuasai Greenland, Trump Ancam Tarif

By Redaksi Published 17 Januari 2026
Share
3 Min Read
Presiden AS, Donald Trump
SHARE

WASHINGTON DC, Juangsumatera.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif perdagangan terhadap negara-negara yang menolak, atau tidak mendukung, rencananya untuk mengambil alih Greenland, pulau strategis di Arktik yang merupakan wilayah otonomi Denmark, sekutu NATO.

“Saya mungkin akan mengenakan tarif ke negara-negara, jika mereka tidak setuju dengan (rencana mengambil alih) Greenland, karena kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” kata Trump dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (17/1/2026) dan dikutip dari detiknews.

“Saya mungkin akan melakukan hal itu,” tegas Trump, saat berbicara dalam diskusi meja bundar membahas isu kesehatan di Gedung Putih, Jumat (16/1).

Trump membandingkan kemungkinan tarif terkait Greenland dengan ancaman tarif terhadap Prancis dan Jerman, tahun lalu, terkait harga produk farmasi.

Ancaman ini menjadi taktik tekanan terbaru dari Trump ketika dia meningkatkan upayanya untuk menguasai Greenland. Presiden AS ini bahkan mengancam akan mewujudkan ambisinya sejak lama itu dengan cara militer, jika diperlukan.

Dia mengklaim AS membutuhkan Greenland yang kaya mineral dan menuduh Denmark tidak melakukan cukup banyak hal untuk memastikan keamanan pulau berselimut es itu dari Rusia dan China, saingan utama AS.

Trump, pada Jumat (16/1), juga tampak mempertanyakan peran inti AS dalam aliansi NATO terkait Greenland, sembari menambahkan bahwa Washington sedang “berbicara dengan” aliansi militer tersebut mengenai masalah ini.

“Kita akan lihat. NATO sedang bernegosiasi dengan kita mengenai Greenland,” ujar Trump ketika ditanya oleh wartawan soal apakah dirinya akan menarik AS keluar dari NATO jika aliansi itu tidak membantunya mendapatkan Greenland.

“Kita sangat membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Jika kita tidak memilikinya, kita akan memiliki celah dalam keamanan nasional, terutama terkait dengan apa yang kita lakukan dalam hal Golden Dome,” ucapnya, merujuk pada sistem pertahanan rudal yang direncanakan pemerintahannya.

Negara-negara Eropa yang merupakan anggota aliansi NATO, dalam beberapa hari terakhir, telah menunjukkan dukungan mereka untuk Denmark dan Greenland saat ancaman Trump semakin meningkat. Sejumlah negara Eropa bahkan mengirimkan pasukan militer ke wilayah strategis itu sebagai bentuk dukungan.

Delegasi Kongres AS dari kedua partai, Partai Republik dan Partai Demokrat, juga memulai kunjungan ke Kopenhagen, ibu kota Denmark, pada Jumat (16/1) waktu setempat, untuk menyuarakan dukungan bagi Denmark dan Greenland.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Denmark dan Greenland berkunjung langsung ke Gedung Putih pada Rabu (14/1) waktu setempat untuk melakukan pembicaraan guna meredakan masalah tersebut. Namun setelah pertemuan, keduanya kompak menyatakan tetap sangat tidak setuju dengan Trump.

Gedung Putih mengatakan pada Kamis (15/1) bahwa AS, Denmark, dan Greenland sepakat membentuk kelompok kerja untuk melanjutkan pembicaraan setiap dua minggu hingga tiga minggu.

Sementara itu, Inggris, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, dan Swedia telah mengumumkan pengerahan sejumlah kecil personel militer untuk mempersiapkan latihan di Arktik di masa mendatang.

Namun Sekretaris Putih Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa pasukan Eropa sama sekali tidak mempengaruhi tujuan Trump untuk mengakuisisi Greenland. (nvc/idh/red)

Redaksi 17 Januari 2026 17 Januari 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Gunung Api Zaman Purba Tiba-Tiba Muncul
Next Article Khamenei Sebut AS dan Israel Dalang Kematian Ribuan Orang di Iran
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Australia Terapkan Aturan RI, Inggris dan Jerman Mau Ikutan

18 Januari 2026
Nasional

Museveni Menangi Pilpres Uganda Untuk Ketujuh Kalinya

18 Januari 2026
Nasional

Khamenei Sebut AS dan Israel Dalang Kematian Ribuan Orang di Iran

18 Januari 2026
Nasional

Gunung Api Zaman Purba Tiba-Tiba Muncul

17 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?