By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: NATO Respons Kerahkan Jet Tempur, Terkait Rusia Kirim Serangan Terbesar
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

NATO Respons Kerahkan Jet Tempur, Terkait Rusia Kirim Serangan Terbesar

By Redaksi Published 10 Juli 2025
Share
3 Min Read
Photo ilustrasi
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Ketegangan di kawasan timur Eropa meningkat tajam setelah Rusia melancarkan serangan udara terbesar sejak invasinya ke Ukraina lebih dari tiga tahun lalu.

Serangan tersebut mendorong Polandia, negara anggota NATO yang berbatasan langsung dengan Ukraina, untuk mengerahkan jet tempur dan mengaktifkan sistem pertahanan udara dalam kesiapan tingkat tertinggi.

Komando operasional militer Polandia menyatakan bahwa langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap ancaman langsung dari gelombang drone dan rudal Rusia yang menyerang wilayah-wilayah Ukraina dekat perbatasan NATO.

“Langkah-langkah yang kami ambil ditujukan untuk memastikan keamanan di wilayah yang berbatasan dengan zona ancaman,” demikian pernyataan militer Polandia di media sosial, menambahkan bahwa pihaknya sepenuhnya siap untuk merespons secara cepat, dikutip dari CNBC Indonesia.

Selain jet tempur, sistem radar dan pertahanan berbasis darat Polandia juga telah ditempatkan dalam kesiagaan penuh.

Sebelumnya, langkah serupa juga dilakukan oleh Rumania, negara anggota NATO lain yang berbatasan dengan Ukraina, yang mengerahkan jet tempur menyusul serangan drone Rusia ke dekat perbatasannya pada awal bulan ini.

Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa pada Rabu (9/7/2025) dini hari, Rusia menembakkan total 728 drone, enam rudal balistik hipersonik Kinzhal, dan tujuh rudal jelajah ke berbagai wilayah Ukraina. Ini merupakan jumlah target udara terbanyak yang pernah diluncurkan Rusia dalam satu hari sejak awal perang pada 2022.

“Ini adalah jumlah target udara tertinggi dalam satu hari,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dilansir Newsweek.

Serangan ini sangat signifikan dan terjadi tepat saat begitu banyak upaya telah dilakukan untuk mencapai perdamaian dan gencatan senjata. Namun hanya Rusia yang terus menolak semuanya.

Mayoritas serangan berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara Ukraina. Tujuh rudal jelajah berhasil ditembak jatuh, dan sekitar 300 drone juga berhasil dicegat, termasuk oleh drone interseptor. Namun lebih dari 400 drone lainnya sempat masuk ke wilayah Ukraina sebelum sempat dihentikan.

Kolonel Yuriy Ignat, juru bicara angkatan udara Ukraina, menyebutkan bahwa lebih dari 300 drone Shahed rancangan Iran digunakan dalam serangan semalam tersebut.

Kementerian Pertahanan Ukraina menyebutkan bahwa kota Lutsk di barat laut Ukraina, dekat perbatasan dengan Polandia dan Belarusia, menjadi salah satu target utama. Kota Khmelnytskyi juga menjadi sasaran, bersama dengan beberapa wilayah besar lain termasuk Kyiv, Dnipro, Kharkiv, dan Mykolaiv.

Ledakan serta kerusakan dilaporkan di berbagai kota besar dan wilayah timur laut, tengah, dan selatan Ukraina, mengakibatkan gangguan besar pada infrastruktur sipil dan militer.

Adapun di bawah Pasal 5 Perjanjian NATO, serangan terhadap satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh aliansi. Namun hingga kini, drone dan rudal Rusia yang sempat melintasi wilayah udara NATO belum diklasifikasikan sebagai serangan langsung terhadap aliansi, sehingga belum memicu tanggapan kolektif.

Meskipun demikian, intensitas serangan Rusia yang mendekati atau bahkan mendekati batas wilayah NATO terus meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik bisa meluas keluar wilayah Ukraina. (luc/luc/red)

Redaksi 10 Juli 2025 10 Juli 2025
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Kemhan Investigasi, Dugaan 700 Ribu Data Pribadi Bocor Usai Diretas
Next Article Pengadilan Korsel Perintahkan Penangkapan Ulang Eks Presiden
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Tokoh

1 Februari 2026
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?