By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: NATO Buka Suara Terkait Kapal Intelijen Rusia Terbakar di Lautan Negara Arab
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

NATO Buka Suara Terkait Kapal Intelijen Rusia Terbakar di Lautan Negara Arab

By Redaksi Published 7 Februari 2025
Share
3 Min Read
Kapal Rusia terbakar dilaut Arab
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Sejumlah perkembangan terbaru mulai mencuat usai terbakarnya kapal perang intelijen Rusia, Kildin, di Perairan Suriah 23 Januari lalu. Salah satu informasi yang terkuak adalah rekaman audio dan visual sesaat sebelum kapal itu dilalap api.

Mengutip The Associated Press.dan dilansir dari CNBC Indonesia, Jumat (7/2/2025), data-data ini muncul setelah dikumpulkan sejumlah armada kapal perang NATO yang juga berlayar di wilayah yang sama.

Data itu memberikan gambaran yang tentang armada Rusia yang diawasi NATO karena kekhawatiran Moskow mungkin menyabotase kabel dan pipa bawah laut di tengah perang di Ukraina.

“Audio yang dikumpulkan oleh kapal NATO adalah pertukaran radio berdurasi 75 detik antara Kildin dan kapal kargo berbendera Togo, Milla Moon. Meskipun Kildin dalam kesulitan, kapal rahasia itu tidak menanggapi tawaran bantuan dari kapal NATO,” ujar seorang sumber NATO.

Situs web pelacakan kapal yang menggunakan data yang mengenai identitas, posisi, kecepatan, dan jalurnya menunjukkan Milla Moon mengangkat jangkar di lepas pantai Tartus dan mulai berlayar ke utara di sepanjang pantai Suriah pada tanggal 23 Januari. Itulah saat hari terjadinya kebakaran Kildin.

Sejumlah pejabat NATO mengatakan Kildin awalnya mengidentifikasi dirinya kepada Milla Moon sebagai kapal lain dan kemudian meminta untuk mengganti saluran untuk melanjutkan pembicaraan. Setelah mengganti saluran, pria dengan aksen Inggris kemudian terdengar mengidentifikasi kapalnya sebagai kapal perang.

“Kapal motor Milla Moon, ini kapal perang di jalur Anda,” suara itu terdengar dalam klip tersebut. “Tolong dengarkan saya.”

Kildin kemudian meminta Milla Moon untuk menjauh. Milla Moon menjawab bahwa kapal itu akan merencanakan arah baru sebelum mengakhiri pembicaraan.

“Baik, sama-sama. Pemandangan yang bagus. Selamat tinggal,” kata Milla Moon.

Kildin yang berusia 55 tahun mengumpulkan informasi intelijen tentang aktivitas NATO di Mediterania dan telah beroperasi di dekat Turki sebelum kebakaran. Saat terbakar, saksi mengatakan ada api yang menyala setidaknya selama empat jam dan kemudian awak Kildin melepaskan penutup dari sekoci penyelamat.

“Kildin juga mengangkat dua bola hitam dari tiangnya – sebuah sinyal maritim bahwa kapal tidak dapat lagi dikendalikan,” ungkap para pejabat NATO.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, dia tidak mengetahui adanya kebakaran di atas Kildin dan tidak mengatakan apa yang sedang dilakukan kapal tersebut saat itu. Namun, ia juga menepis anggapan bahwa hal itu mencerminkan buruknya kesiapan angkatan laut Rusia.

“Menilai kondisi armada berdasarkan kerusakan satu kapal tertentu atau satu kerusakan tertentu bukanlah hal yang profesional,” kata Peskov.

Pensiunan Laksamana Madya Prancis, Michel Olhagaray, mengatakan bahwa meskipun Kildin mendapatkan kembali kendali, kebakaran tersebut menyoroti kesulitan logistik bagi Rusia dalam mempertahankan pasukan angkatan laut di Mediterania, jauh dari pangkalannya di Arktik dan Laut Baltik.

Moskow juga tidak dapat lagi menggunakan Armada Laut Hitamnya untuk patroli Mediterania karena selama perang Ukraina, Turki tidak mengizinkan kapal perang melewati Bosporus, yang menghubungkan Laut Hitam dan Laut Mediterania.

“Pemeliharaan armada Rusia ini, khususnya di Mediterania, sangat rumit,” ujar Olhagaray. (luc/red)

Redaksi 7 Februari 2025 7 Februari 2025
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Dirjen Anggaran Kemenkeu Tersangka Dalam Kasus Jiwasraya
Next Article Israel Akan Bebaskan 183 Tahanan dan Hamas Bebaskan 3 Sandera
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Tokoh

1 Februari 2026
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?