By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Museveni Menangi Pilpres Uganda Untuk Ketujuh Kalinya
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Museveni Menangi Pilpres Uganda Untuk Ketujuh Kalinya

By Redaksi Published 18 Januari 2026
Share
4 Min Read
Yoweri Museven
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Presiden Uganda Yoweri Museveni memenangkan masa jabatan ketujuhnya setelah pemilihan yang diwarnai kekerasan dan pemadaman internet. Pihak lawan menolak hasil Pemilu tersebut.

Dilansir AFP, Minggu (18/1/2026) dan dikutip dari detiknews, para pengamat Afrika mengatakan penangkapan dan penculikan telah ‘menanamkan rasa takut’ jelang Pemilu Uganda. Komisi Pemilihan Umum menyebut Museveni (81) memenangkan 71,65 persen suara dalam pemilihan yang digelar Kamis (15/1).

Kemenangan itu diumumkan di tengah laporan setidaknya 10 kematian dan intimidasi terhadap oposisi dan masyarakat sipil. Kemenangannya memungkinkan mantan pejuang gerilya itu untuk memperpanjang kekuasaannya selama 40 tahun di negara Afrika timur tersebut.

Dia mengalahkan Bobi Wine (43) yang merupakan mantan penyanyi. Wine menyebut dirinya ‘presiden ghetto’ merujuk daerah kumuh Kampala tempat dia dibesarkan.

Dia telah menghadapi tekanan tanpa henti termasuk beberapa penangkapan sebelum pencalonan pertamanya untuk presiden pada tahun 2021. Wine, yang nama aslinya adalah Robert Kyagulanyi, meraih 24,72 persen suara.

Ia juga menyatakan penolakan totalnya terhadap hasil palsu dan mengatakan dia bersembunyi setelah penggerebekan oleh pasukan keamanan di rumahnya.

“Saya tahu bahwa para penjahat ini mencari saya di mana-mana dan saya berusaha sebaik mungkin untuk tetap aman,” tulisnya di X.

Polisi membantah penggerebekan dan mengatakan Wine masih berada di rumah, meskipun mereka mengatakan ada pengerahan pasukan di sekitar kediamannya.

“Kami tidak serta merta membantah orang-orang mengaksesnya, tetapi kami tidak dapat mentolerir kejadian di mana orang-orang menggunakan kediamannya untuk berkumpul dan memicu kekerasan,” kata juru bicara polisi Kituuma Rusoke kepada wartawan.

Terdapat pengerahan pasukan keamanan besar-besaran di sekitar ibu kota Kampala. Uganda telah berupaya mencegah protes serupa yang telah melanda negara tetangga Kenya dan Tanzania dalam beberapa bulan terakhir.

Banyak warga Uganda masih memuji Museveni sebagai orang yang mengakhiri kekacauan pasca-kemerdekaan negara itu dan mengawasi pertumbuhan ekonomi yang pesat, meskipun banyak yang hilang akibat serangkaian skandal korupsi besar-besaran yang tak henti-hentinya.

“Saya sangat senang melihat dia menang. Kemenangan ini diraih berkat kerja keras, dedikasi, dan komitmennya kepada rakyat Uganda,” kata Isaac Kamba, seorang guru berusia 37 tahun di sebuah demonstrasi pro-pemerintah di lapangan kriket Kampala.

Seorang juru bicara partai Wine, National Unity Platform, mengatakan bahwa hasil tersebut ‘palsu’. Wine menuduh adanya ‘kecurangan penghitungan suara besar-besaran’ dan serangan terhadap para pejabatnya di bawah kedok pemadaman internet yang telah berlangsung sejak Selasa.

Internet telah dipulihkan pada Sabtu (17/1) malam. Pengamat pemilu Afrika mengatakan mereka tidak melihat bukti kecurangan penghitungan suara, tetapi mengecam ‘laporan intimidasi, penangkapan, dan penculikan’ yang menargetkan oposisi dan masyarakat sipil.

Partai penguasa Museveni, Gerakan Perlawanan Nasional, juga memiliki keunggulan yang signifikan dalam kursi parlemen. Museveni, yang merebut kekuasaan pada tahun 1986, memiliki kendali penuh atas negara dan aparat keamanan di Uganda.

Dia disebut telah dengan kejam menghancurkan setiap penantang selama pemerintahannya. Tokoh oposisi utama lainnya, Kizza Besigye, yang empat kali mencalonkan diri melawan Museveni, diculik di Kenya pada tahun 2024 dan dibawa kembali ke pengadilan militer di Uganda untuk diadili atas tuduhan pengkhianatan yang masih berlangsung. (haf/imk/red)

Redaksi 18 Januari 2026 18 Januari 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Khamenei Sebut AS dan Israel Dalang Kematian Ribuan Orang di Iran
Next Article Australia Terapkan Aturan RI, Inggris dan Jerman Mau Ikutan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Australia Terapkan Aturan RI, Inggris dan Jerman Mau Ikutan

18 Januari 2026
Nasional

Khamenei Sebut AS dan Israel Dalang Kematian Ribuan Orang di Iran

18 Januari 2026
Nasional

Negara yang Tolak Rencana AS Kuasai Greenland, Trump Ancam Tarif

17 Januari 2026
Nasional

Gunung Api Zaman Purba Tiba-Tiba Muncul

17 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?