By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Lebanon Akan Segera Lucuti Senjata Hizbullah Usai Ditekan AS
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Lebanon Akan Segera Lucuti Senjata Hizbullah Usai Ditekan AS

By Redaksi Published 6 Agustus 2025
Share
4 Min Read
Lebanon akan lucuti senjata Hizbullah
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com — Pemerintah Lebanon menugaskan militer untuk mengembangkan rencana melucuti senjata Hizbullah pada akhir tahun. Hal tersebut belum pernah terjadi sebelumnya. Langkah itu diambil usai Lebanon ditekan Amerika Serikat (AS).

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengatakan, pihaknya sudah menugaskan tentara untuk menetapkan rencana implementasi pembatasan senjata bagi tentara dan pasukan negara lainnya sebelum akhir 2025.

“Rencana tersebut akan disampaikan kepada kabinet pada akhir Agustus untuk dibahas dan disetujui,” ujar Salam dalam konferensi pers, dikutip AFP, Rabu (6/8/2025) dikutip dari CNN Indonesia.

Rencana itu menjadi pembahasan dalam sidang kabinet yang berlangsung hampir enam jam dan dipimpin oleh Presiden Lebanon Joseph Aoun.

Saat ini Hizbullah tampak sangat lemah akibat perang terakhir dengan Israel, dengan persenjataannya yang hancur dan tewasnya para pemimpin seniornya.

Kabinet akan melanjutkan diskusi terkait proposal utusan AS Tom Barrack yang mencakup jadwal pelucutan senjata Hizbullah pada minggu ini.

Menteri Penerangan Paul Morcos mengatakan Menteri Kesehatan Rakan Nassereldine, yang berafiliasi dengan Hizbullah, dan Menteri Lingkungan Hidup Tamara Elzein mundur dari sidang karena tidak setuju dengan keputusan kabinet.

Keputusan sulit ini diambil menyusul tekanan kuat dari AS. Selain itu, perlucutan senjata Hizbullah ini merupakan bagian dari implementasi gencatan senjata November, yang bertujuan untuk mengakhiri perang lebih
dari setahun antara Israel dan Hizbullah.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, otoritas pemerintah, termasuk tentara dan pasukan keamanan dalam negeri, harus menjadi pemegang eksklusif senjata di Lebanon.

Pimpinan Hizbullah Naim Qassem dalam pidato yang disiarkan televisi saat rapat kabinet berlangsung mengatakan pihaknya tidak akan melucuti senjata selama serangan Israel terus berlanjut.

“Jadwal apa pun yang diajukan untuk implementasi di bawah agresi Israel tidak dapat disetujui. Apakah kita diminta untuk berdialog, atau menyerahkan senjata kita tanpa dialog,” tanya Qassem.

Ia juga mengkritik rencana utusan AS untuk melucuti senjata mereka. “Siapa pun yang melihat kesepakatan yang dibawa Barrack (utusan AS) tidak menemukan kesepakatan, tetapi mendikte. Kesepakatan itu sepenuhnya menghilangkan kekuatan dan kemampuan Hizbullah dan Lebanon,” imbuhnya.

Qassem juga memperingatkan Israel agar tidak melancarkan agresi skala besar baru. Sebab, jika itu terjadi maka Hizbullah akan bersikap defensif.

Sebelum membahas nasib persenjataannya, Hizbullah telah menuntut agar rekonstruksi wilayah yang hancur selama perang dimulai. Mereka juga menuntut agar Israel menghentikan serangannya, menarik diri dari lima wilayah perbatasan yang telah diduduki sejak perang, serta membebaskan tahanan Lebanon.

Bulan lalu, Barrack mendesak Lebanon untuk segera bertindak guna menerapkan monopoli senjata negara.

Hizbullah adalah satu-satunya faksi yang mempertahankan senjatanya setelah perang saudara Lebanon 1975-1990. Mereka melakukan itu atas nama perlawanan terhadap Israel, yang menduduki wilayah selatan Lebanon hingga tahun 2000. Kelompok milisi ini telah lama menjadi kekuatan politik
terkuat di Lebanon.

Israel terus melancarkan serangan di Lebanon meskipun ada gencatan senjata pada November lalu. Negeri Zionis itu mengklaim sebagian besar serangan menarget kelompok Hizbullah, dan mengancam akan terus melakukannya hingga kelompok tersebut dilucuti senjatanya.

Kemarin, Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan Israel di Brital menewaskan satu orang. (pta/red)

Redaksi 6 Agustus 2025 6 Agustus 2025
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article ICW Laporkan Dugaan Korupsi Porsi Makanan Jemaah Haji ke KPK
Next Article Netanyahu Tegaskan Tuntaskan Hamas Sepenuhnya Untuk Bebaskan Sandera
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Tokoh

1 Februari 2026
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?