By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Korsel dan Jepang Kembali Tegang, Seoul Panggil Diplomat Tokyo
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Korsel dan Jepang Kembali Tegang, Seoul Panggil Diplomat Tokyo

By Redaksi Published 22 Februari 2026
Share
3 Min Read
Photo bendera Jepang dan Korsel
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Ketegangan lama antara Seoul dan Tokyo kembali mencuat. Pemerintah Korea Selatan pada Minggu (22/2/2026) melayangkan protes resmi atas penyelenggaraan acara peringatan oleh pemerintah Jepang yang menegaskan klaim atas gugusan pulau kecil yang disengketakan kedua negara.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan keberatan keras terhadap peringatan “Takeshima Day” yang digelar oleh Prefektur Shimane, Jepang. Seoul juga memprotes kehadiran pejabat senior pemerintah Jepang dalam acara tersebut dan mendesak agar upacara itu segera dihapuskan.

Pulau-pulau kecil yang menjadi sumber sengketa itu dikenal sebagai Takeshima di Jepang dan Dokdo di Korea Selatan. Wilayah tersebut saat ini berada di bawah kendali Korea Selatan, namun terus diklaim oleh Japan.

“Dokdo jelas merupakan wilayah kedaulatan Korea Selatan secara historis, geografis, dan berdasarkan hukum internasional,” demikian pernyataan kementerian tersebut, sebagaimana dilansir Reuters dan dikutip dari CNBC Indonesia.

Seoul juga mendesak Jepang untuk menghentikan apa yang disebutnya sebagai klaim tak berdasar dan meminta Tokyo menghadapi sejarah dengan rendah hati.

Sebagai bentuk protes diplomatik, pemerintah Korea Selatan memanggil seorang diplomat tinggi Jepang ke gedung kementerian luar negeri di Seoul untuk menyampaikan keberatan secara langsung.

Dari pihak Jepang, seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri mengatakan, tidak ada pejabat yang tersedia pada Minggu untuk memberikan komentar. Pemerintah Jepang diketahui mengirim seorang wakil menteri dari Kantor Kabinet ke upacara tersebut, bukan menteri kabinet.

Perselisihan atas Dokdo/Takeshima telah lama menjadi sumber ketegangan antara kedua negara, yang hubungannya kerap dibayangi persoalan sejarah kolonial. Jepang menjajah Semenanjung Korea pada periode 1910 hingga 1945, dan sejumlah sengketa yang berakar dari masa tersebut masih memengaruhi relasi bilateral hingga kini.

Seoul berulang kali menolak klaim teritorial Jepang atas pulau tersebut. Bahkan pada Jumat lalu, Korea Selatan telah mengeluarkan protes atas pernyataan Menteri Luar Negeri Jepang dalam pidato parlemen yang kembali menegaskan kedaulatan Tokyo atas pulau-pulau itu.

Bagi Korea Selatan, isu Dokdo bukan sekadar sengketa wilayah, melainkan juga menyangkut harga diri nasional dan warisan sejarah. Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk kompromi terkait kedaulatan atas wilayah tersebut.

Di luar dimensi historis dan politik, wilayah kecil ini juga memiliki nilai strategis dan ekonomi. Pulau-pulau tersebut terletak di kawasan perairan yang kaya akan sumber daya perikanan. Selain itu, Seoul menyebut wilayah itu kemungkinan berada di atas cadangan gas hidrat alam dalam jumlah besar yang bernilai miliaran dolar.

Potensi ekonomi inilah yang membuat sengketa semakin sensitif, selain faktor simbolik dan historis yang sudah mengakar kuat dalam hubungan kedua negara. (luc/luc/red)

Redaksi 22 Februari 2026 22 Februari 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Pakistan Serang Wilayah Afghanistan, Korban Jiwa Berjatuhan
Next Article Kondisi Kantor Camat Tapung Jadi Sorotan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

BGN : MBG Tak Dibagikan Saat Sahur

22 Februari 2026
Nasional

Pakistan Serang Wilayah Afghanistan, Korban Jiwa Berjatuhan

22 Februari 2026
Nasional

Israel Serang Lebanon Korban Berjatuhan

22 Februari 2026
Nasional

Perang AS dan Iran di Depan Mata, Eropa Minta Warga Tinggalkan Teheran

22 Februari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?