JAKARTA, Juangsumatera.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini menanggapi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat Ramadan di berbagai daerah, yang dinilai tak memenuhi asupan gizi. Yahya meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera turun ke lapangan dan memastikan kualitas MBG selama Ramadan.
Diterangkan lebih lanjut oleh Yahya, anggaran makanan untuk MBG memang bukan Rp 15 ribu. Namun sebesar Rp 10 ribu per porsi.
“Sesuai peruntukannya, anggaran makanan untuk MBG adalah Rp 10 ribu. Kalau 15 ribu, itu rinciannya Rp 2.000 untuk insentif yayasan, Rp 3.000 untuk operasional, Rp 10 ribu untuk makan MBG,” kata Yahya kepada wartawan, Rabu (25/2/2026) dikutip dari detiknews.
Dia mengatakan, yang menjadi sorotan masyarakat ialah menu selama Ramadan ditaksir harganya kurang dari Rp 10 ribu, tetapi hanya Rp 8.000. Sebab, masyarakat dapat dengan mudah menghitung perkiraan harga paket.
“Yang terdiri atas roti kering, kurma, telur, susu dan pisang/buah. Masyarakat sudah bisa menghitung harga MBG selama bulan Ramadan,” ujarnya.
“Sehingga banyak orang tua yang protes karena kecukupan gizinya berkurang. Bahkan tidak sedikit pula yang menolak MBG,” sambungnya.
Yahya pun mendesak BGN segera bertindak. Dia mengatakan BGN harus turun ke lapangan untuk memastikan kualitas keamanan MBG. “Atas kasus tersebut, BGN tidak boleh diam, melainkan harus turun ke lapangan memastikan kualitas dan keamanan MBG selama Ramadan tetap terjamin. Tidak boleh berkurang sedikit pun kualitas gizinya,” ujarnya.
Terlebih, kata dia, MBG saat Ramadan dibagikan tiga hari sekali. Yahya mengatakan BGN harus menindak tegas jika ada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar.
“Jika terjadi dapur SPPG yang nakal yang tidak memenuhi standar operasional kecukupan gizi dan keamanan makanan harus dikasih sanksi yang tegas, mulai teguran sampai diberhentikan sementara,” ujarnya.
Yahya mendesak seluruh anggota BGN untuk meningkatkan pengawasan ketat di daerah binaan masing-masing. Dia mengingatkan, gangguan dan protes dari warga berpotensi mengganggu proses puasa.
“Saya mendesak seluruh aparat BGN untuk turun ke lapangan meningkatkan pengawasan yang ketat di daerah-daerah binaannya. Adanya gangguan dan protes dari warga dapat mengganggu kekhidmatan dan kekhusyukan ibadah puasa. Saya minta BGN ikut menjaga ketenteraman orang-orang yang berpuasa,” tuturnya. (amw/whn/red)


