By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Kejayaan Nvidia Mulai Runtuh, .China Tak Main-main
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Bisnis

Kejayaan Nvidia Mulai Runtuh, .China Tak Main-main

By Redaksi Published 2 April 2026
Share
3 Min Read
Photo nvidia
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Upaya China untuk melepas ketergantungan terhadap teknologi chip canggih Amerika Serikat (AS) mulai membuahkan hasil nyata. Hal ini sekaligus menjadi penanda runtuhnya kejayaan raksasa chip asal AS, Nvidia, di salah satu pasar penting bagi kelangsungan bisnisnya.

Laporan yang dikutip dari Reuters, Kamis (2/4/2026) dan dilansir dari CNBC Indonesia, mengatakan produsen GPU dan chip AI asal China telah menguasai hampir 41% pangsa pasar server akselerator AI di negara mereka. Pertumbuhan tersebut terjadi seiring dorongan pemerintahan Xi Jinping agar lembaga-lembaga negara dan perusahaan-perusahaan China mengadopsi chip domestik.

Melepas ketergantungan dari AS sudah menjadi prioritas China sejak beberapa tahun terakhir. Terlebih, AS terus-terusan memblokir akses China terhadap chip tercanggih buatan Nvidia.

Belakangan, Presiden AS Donald Trump memang melunak. Chip H200 Nvidia, yang merupakan prosesor tercanggih kedua keluaran perusahaan, sudah diizinkan dijual ke China dengan beberapa syarat. Namun, ketidakpastian sikap Trump membuat China tetap melanjutkan pengembangan industri chip dalam negeri.

Total pengapakan kartu akselerator AI oleh Nvidia, AMD, dan produsen China mencapai sekitar 4 juta unit di negara kekuasaan Xi Jinping, menurut data yang dilaporkan Reuters.

Nvidia memang masih berperan sebagai pemimpin pasar, dengan mengapalkan sekitar 2,2 juta kartu dan menguasai 55% pangsa pasar. Kendati demikian, pangsa pasar itu terus tergerus dengan pemain China yang makin besar mengambil ‘kue’ besar di dalam negeri.

AMD hanya mengambil sedikit porsi, dengan pengapalan 160.000 kartu di China, atau berkontribusi terhadap 4% pangsa pasar.

Sementara itu, produsen-produsen China secara kolektif telah mengapalkan 1,65 juta kartu, atau setara 41% dari total pangsa pasar domestik. Pencapaian ini tak bisa dianggap remeh dan menunjukkan upaya pemain lokal yang agresif untuk mengisi kekosongan saat pemerintah AS melancarkan kontrol ekspor chip ke China.

Huawei Technologies muncul sebagai pemimpin di antara produsen-produsen China lainnya, dengan mengapalkan sekitar 812.000 chip AI. Angka itu setara hampir setengah pengapalan dari produsen domestik. Unit desain chip Alibaba, T-Head, mengklaim berada di posisi kedua, dengan mengapalkan sekitar 265.000 kartu.

Kunlunxin milik Baidu dan Cambricon masing-masing mengapalkan sekitar 116.000 kartu, membuat keduanya bersama-sama berada pada posisi kedua di jejeran produsen China.

Hygon, MetaX, dan Iluvatar CoreX, masing-masing berkontribusi terhadap 5%, 4%, dan 4% dari total pengapalan domestik dari produsen China.

Pada 2025 lalu, pemerintah pusat menggelontorkan gelombang pengeluaran baru untuk infrastruktur AI. Pemerintah daerah menggunakan anggaran itu untuk mempercepat pembangunan data center AI di berbagai provinsi. Mayoritas infrastruktur baru yang dibangun diarahkan untuk membeli chip buatan China. (fab/fab/red)

Redaksi 2 April 2026 2 April 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article 2 Orang Anggota Polisi Dilaporkan ke Propam Polda Riau, Terkait Pinjaman Uang
Next Article 2.162 SPPG Ditutup Sementara
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Bisnis

Perang Dagang Segera Berakhir, Trump Mulai Komunikasi dengan China

20 April 2025
Bisnis

Indonesia Akan Alihkan Ekspor ke Eropa dan Australia

18 April 2025
Bisnis

Harga Minyak Terus Anjlok Imbas Perang Dagang AS dan China

14 April 2025
Bisnis

Pedagang China Ramai-ramai Kabur, Krisis Baru Melanda AS

11 April 2025
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?