By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Kapal Perang AS Dibombardir Drone dan Rudal, Laut Merah Membara
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Kapal Perang AS Dibombardir Drone dan Rudal, Laut Merah Membara

By Redaksi Published 13 November 2024
Share
4 Min Read
Houthi serang dua kapal perang Amerika Serikat
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Kelompok Houthi di Yaman menyerang dua kapal perang Amerika Serikat (AS), Selasa. Dilaporkan bagaimana drone dan rudal Houthi ditembakkan ke arah kapal jenis perusak itu, saat keduanya melewati Selat Bab a-Mandap.

“Kapal perang AS diserang oleh sedikitnya delapan sistem serangan udara tanpa awak (drone), lima rudal balistik antikapal, dan tiga rudal jelajah antikapal, yang berhasil dilawan dan dikalahkan,” kata juru bicara Pentagon Mayor Jenderal Pat Ryder kepada wartawan, dikutip AFP dan dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (13/11/2024).

“Kapal-kapal itu tidak rusak, tidak ada personel yang terluka,” tambahnya membahas kejadian itu. Houthi mulai menyerang kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden pada bulan November 2023, sebagai bagian dari protes akan perang Israel di Gaza.

Awalnya kelompok itu berjanji menyerang kepentingan Israel, namun sekutunya AS dan Inggris menjadi sasaran setelah melakukan operasi di kawasan tersebut dengan menyasar kelompok ini.

AS mengatakan, Houthi menjadi tantangan keamanan internasional yang signifikan karena menganggu jalur pelayaran utama. AS dan sekutu telah mengerahkan kapal militer untuk membantu melindungi pengiriman dari serangan Houthi, tetapi serangan yang secara langsung menargetkan kapal perang Amerika relatif jarang.

“Klaim dari Houthi bahwa mereka juga menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln tidak akurat,” tambahnya.

“Berdasarkan informasi yang saya miliki, kapal itu tidak diserang, bertentangan dengan beberapa tuduhan… oleh Huthi,” kata Ryder meski menolak menyebutkan lokasi kapal induk tersebut.

Sebelumnya AS diketahui telah melakukan serangan udara yang sering terhadap Houthi dalam upaya untuk melemahkan kemampuan mereka dalam menargetkan pengiriman. Militer Washington pun telah berusaha untuk menyita senjata sebelum mencapai pemberontak tetapi serangan mereka terus berlanjut.

“Pasukan AS melakukan beberapa serangan udara selama akhir pekan terhadap fasilitas penyimpanan senjata Huthi,” jelas Ryder lagi.

“Fasilitas-fasilitas ini menampung berbagai senjata konvensional canggih yang digunakan oleh Huthi yang didukung Iran untuk menargetkan kapal militer dan sipil AS dan internasional yang berlayar di perairan internasional,” katanya, mencatat bahwa aset Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS terlibat.

Di sisi lain, pasukan AS juga menargetkan kelompok-kelompok yang didukung Iran di Suriah pada hari Senin. Ini sebagai tanggapan atas serangan pesawat tak berawak dan roket terhadap pasukan Amerika di negara itu pada hari sebelumnya.

Serangan itu tidak mengakibatkan korban dari pihak Amerika. Namun, ia pun tidak memiliki informasi untuk diberikan mengenai apakah serangan AS berikutnya menewaskan atau melukai militan.

Mengutip RT, kelompok Houthi mengonfirmasi serangan dan mengatakan “berhasil” menyerang kapal perang AS. Ini termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab pada hari Selasa, dan dua kapal perusak angkatan laut Amerika di Laut Merah.

“Serangan melibatkan sejumlah rudal jelajah dan pesawat nirawak dan dilakukan ketika musuh Amerika bersiap untuk melaksanakan operasi permusuhan yang menargetkan Yaman,” kata juru bicara Yahya Saree di laman media sosial (medsos) X.

“Serangan berhasil mencapai tujuannya dan serangan udara oleh pasukan AS digagalkan. Kedua operasi itu berlangsung selama delapan jam,” tambahnya. (sef/sef/tim)

Redaksi 13 November 2024 13 November 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Milisi Irak Luncurkan Drone Lagi ke Israel
Next Article Akhirnya Sahbirin Noor Mundur dari Jabatan Gubernur Kalsel
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Nasional

Dadan Hidayana : BGN Senang Kalau Ada Viral, Teguran Buat SPPG

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?