JAKARTA, Juangsumatera.com – Pemerintah Kamboja mendesak Thailand untuk memulangkan 20 tentaranya, yang disebutnya ditahan beberapa jam setelah gencatan senjata untuk menghentikan bentrokan perbatasan kedua negara.
Kedua negara menyepakati gencatan senjata pada hari Selasa lalu setelah lima hari bentrokan yang menewaskan sedikitnya 43 orang di kedua belah pihak.
Dilansir kantor berita AFP, Kamis (31/7/2025) dan dikutip dari detiknews, juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, mengatakan pada hari Kamis (31/7) bahwa perundingan sedang berlangsung untuk pembebasan 20 tentara.
Diterangkan nya lebih lanjut, kami akan melakukan yang terbaik untuk melanjutkan negosiasi dengan pihak Thailand agar semua tentara kami dapat pulang dengan selamat dan sesegera mungkin.
“Kami mendesak pihak Thailand untuk memulangkan seluruh 20 personel militer ke Kamboja sesegera mungkin,” terang Maly Socheata.
Pasukan tersebut ditangkap sekitar pukul 07.50 pagi pada hari Selasa lalu, ujarnya. Hampir delapan jam setelah gencatan senjata berlaku.
Sebelumnya, pemerintah Thailand mengatakan pada hari Rabu (30/7), bahwa tentara-tentara yang ditahan diperlakukan sesuai dengan hukum internasional dan peraturan militer, dan akan dipulangkan ketika situasi perbatasan stabil.
Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, mendesak negara-negara tetangga itu untuk melaksanakan kesepakatan gencatan senjata mereka secara penuh, dan mengambil langkah-langkah cepat untuk membangun kepercayaan dan perdamaian. (ita/ita/red)


