GAZA, Juangsunatera.com – Badan pertahanan sipil Gaza, Palestina, mengatakan sedikitnya 31 orang tewas dalam serangan Israel ke sebuah sekolah yang dijadikan tempat penampungan warga. Korban tewas termasuk anak-anak.
Dilansir AFP, Jumat (4/4/2025 dan dikutip dari detiknews, juru bicara badan tersebut, Mahmud Bassal, mengatakan perempuan dan anak-anak termasuk di antara korban tewas.
Sementara, enam orang masih belum diketahui keberadaannya akibat serangan di Sekolah Dar al-Arqam di lingkungan Al-Tuffah, timur laut Kota Gaza.
Bassal juga mengatakan lebih dari 100 orang lain terluka dalam serangan itu. Dia mengatakan salah satu warga yang hilang usai serangan itu adalah wanita hamil.
“Salah satu yang hilang adalah seorang wanita hamil yang sedang mengandung anak kembar,” katanya.
Militer Israel mengklaim lokasi yang mereka serang adalah ‘pusat komando dan kendali Hamas di wilayah Kota Gaza’. Israel juga berdali belum dapat memastikan apakah serangan tersebut telah mengenai sekolah.
“Pusat komando dan kendali tersebut telah digunakan oleh para teroris untuk merencanakan dan melakukan serangan terhadap warga sipil Israel dan pasukan IDF,” kata militer tersebut.
Hamas telah mengutuk serangan itu dan menuduh pemerintah Israel terus menargetkan warga sipil tak berdosa sebagai bagian dari genosida di Jalur Gaza.
Perang di Jalur Gaza pecah sejak 7 Oktober 2023. Israel mengklaim serangan besar-besarannya ke Gaza ditujukan untuk menghancurkan Hamas, yang melakukan serangan ke Israel dan menewaskan sekitar 1.200 orang.
Sementara, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 50.523 orang. Ratusan ribu orang terluka dan jutaan orang mengungsi akibat perang di Gaza.
Gencatan senjata sempat berlaku di Gaza pada Januari 2025, namun kesepakatan berakhir pada 18 Maret 2025. Israel kembali meluncurkan serangan besar-besaran dan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang sejak 18 Maret. (haf/imk/red)