JAKARTA, Juangsumatera.com — Iran mengancam siap memperpanjang dan meningkatkan eskalasi serangannya terhadap Israel bila negara Zionis tersebut juga melanjutkan peperangan yang sudah terjadi selama beberapa hari terakhir.
Hal itu diungkap oleh kantor humas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pernyataan pada Minggu (15/9/2025) dilansir dari CNN Indonesia.
“Operasi ofensif Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan berlanjut dengan kekuatan dan cakupan yang lebih besar jika permusuhan dan agresi ini berlanjut,” kata IRGC.
IRGC menambahkan serangan Iran terhadap Israel akan menargetkan “fasilitas produksi bahan bakar untuk jet tempur dan pusat pasokan energi” dan operasi tersebut akan melibatkan sejumlah besar pesawat nirawak dan rudal.
CNN menyebut belum bisa memverifikasi klaim IRGC tersebut secara independen. Namun hal senada juga diungkap seorang sumber kepada Al Jazeera.
“Operasi ofensif Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan berlanjut dengan kekuatan dan cakupan yang lebih besar jika permusuhan dan agresi ini berlanjut,” kata IRGC.
IRGC menambahkan serangan Iran terhadap Israel akan menargetkan “fasilitas produksi bahan bakar untuk jet tempur dan pusat pasokan energi” dan operasi tersebut akan melibatkan sejumlah besar pesawat nirawak dan rudal.
Sementara itu, ia mengatakan Presiden AS, Donald Trump perlu memutuskan apakah dia akan menggunakan keuangan negaranya untuk membantu Netanyahu dalam perang ini.
Perang Israel vs Iran terbaru meletus pada Jumat (13/6). Angkatan Udara Israel disebut melakukan serangan ke Iran pada Jumat (13/6) pagi waktu setempat. Menurut laporan kantor berita Nour News, ledakan disebut terdengar di timur laut ibu kota Iran, Teheran.
Sebelumnya Israel memang disebut tengah menyiapkan rencana untuk menyerang Iran besar-besaran.
Sejumlah sumber yang mengetahui hal ini mengatakan kepada NBC News bahwa Negeri Zionis saat ini sedang mempertimbangkan untuk menyerang Iran dalam beberapa hari mendatang.
Pada Minggu (15/6), Israel menyerang markas besar Kementerian Pertahanan Iran di Teheran, menurut laporan media setempat. Serangan itu menyebabkan kerusakan kecil pada salah satu gedung.
Sementara itu, setidaknya dua orang tewas di Distrik Utara Israel akibat dari serangan Iran pada Sabtu (14/6) malam. Delapan tim pemadam kebakaran dan penyelamat terus beroperasi di lokasi serangan pada Minggu (15/6) pagi.
Petugas mengatakan mereka menyelamatkan empat perempuan yang terjebak, tetapi dua di antaranya meninggal dunia. (end/red)


