By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Inggris Kumpulkan 35 Negara Untuk Bebaskan Selat Hormuz
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Inggris Kumpulkan 35 Negara Untuk Bebaskan Selat Hormuz

By Redaksi Published 2 April 2026
Share
3 Min Read
Kondisi kapal tanker minyak di selat Hormuz
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Pemerintah Inggris secara resmi bakal mengumpulkan 35 negara, tanpa melibatkan Amerika Serikat (AS), guna mencari jalan keluar untuk membuka kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dan gas dunia tersebut saat ini masih diblokade oleh pihak Iran.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menyatakan, bahwa fase diskusi selanjutnya dalam upaya bersama Inggris dan Prancis untuk mengamankan jalur air tersebut akan diadakan pada Kamis (2/4/2026) dkutip dari CNBC Indonesia.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut akan dihadiri langsung oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper bersama dengan para pemimpin internasional lainnya.

Langkah berani ini diambil setelah Presiden AS, Donald Trump menyatakan bahwa tanggung jawab untuk membuat selat tersebut aman akan diserahkan kepada negara lain jika AS menghentikan serangannya terhadap Teheran. Trump juga melontarkan kritik tajam atas kurangnya dukungan dari negara-negara Eropa terhadap langkah militernya.

Starmer mengatakan pada hari Rabu bahwa pertemuan tersebut akan menyatukan 35 negara untuk menilai semua langkah diplomatik dan politik yang layak guna memulihkan kebebasan navigasi. Upaya ini ditujukan untuk menjamin keselamatan kapal dan pelaut yang terjebak, serta untuk melanjutkan kembali pergerakan komoditas penting.

“Pertemuan ini akan menilai semua langkah diplomatik dan politik yang layak yang dapat kita ambil untuk memulihkan kebebasan navigasi, menjamin keselamatan kapal dan pelaut yang terjebak, serta melanjutkan pergerakan komoditas vital,” ujar Starmer, dilansir The Guardian.

Kantor Perdana Menteri Inggris menyatakan bahwa ini merupakan pertama kalinya negara-negara tersebut berkumpul untuk membahas rencana yang layak demi membuka kembali selat tersebut.

Perdana menteri menyebut perencana militer Inggris akan bertemu setelahnya untuk mempelajari cara mengerahkan kapabilitas guna membuat selat dapat diakses dan aman setelah pertempuran berhenti.

Namun, Starmer yang telah mengumpulkan para bos energi dan pelayaran di kantornya Senin lalu, memperingatkan bahwa proses pembersihan jalur akan memakan waktu lama setelah permusuhan berakhir. Ia menegaskan bahwa situasi ini tidak akan mudah untuk diselesaikan dalam waktu singkat.

Menurut Starmer, para pelaku industri memberikan gambaran yang jelas bahwa tantangan utama yang mereka hadapi bukanlah soal asuransi, melainkan keselamatan dan keamanan jalur perlintasan.

Oleh karena itu, diperlukan persatuan kekuatan militer dan aktivitas diplomatik, serta kemitraan dengan industri agar mereka dapat melakukan mobilisasi setelah pertempuran berhenti.

Mereka jelas bagi saya, tantangan utama yang mereka hadapi bukanlah soal asuransi, melainkan keamanan dan keselamatan perlintasan.

Jadi, faktanya, kita membutuhkan semua ini bersama-sama-front persatuan kekuatan militer dan aktivitas diplomatik, kemitraan dengan industri, sehingga mereka juga dapat melakukan mobilisasi setelah pertempuran berhenti dan, yang terpenting, kepemimpinan yang jelas dan tenang. Itulah yang siap diberikan, terang nya. (red)

Redaksi 2 April 2026 2 April 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Aspidum Kejati Jatim Diamankan Kejagung
Next Article Vonis Bebas Amsal Sitepu Tak Bisa Diajukan Banding
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

PBB Mau Ambil Suara Paksa Iran Untuk Buka Selat Hormuz

3 April 2026
Nasional

BGN : Insentif Rp 6 Juta Bisa Disetop Jika Dapur MBG Tak Sesuai SOP

3 April 2026
Nasional

2.162 SPPG Ditutup Sementara

2 April 2026
Nasional

AS Kirim Kapal Induk Nuklir ke 3 Untuk Timur Tengah

1 April 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?