By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Imbas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, 4 Bandara di NTT Tutup
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Imbas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, 4 Bandara di NTT Tutup

By Redaksi Published 8 Juli 2025
Share
4 Min Read
Photo ilustrasi bendara
SHARE

KUPANG, Juangsumatera.com — Sebanyak empat bandara di Nusa Tenggara Timur terpaksa ditutup operasionalnya untuk sementara waktu pada Senin (7/7/2025) malam waktu setempat, akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki.

Empat bandara yang ditutup operasionalnya adalah Bandara Wunopito di Lewoleba Kabupaten Lembata, Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere Kabupaten Sikka, Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat dan Bandara Sales Lega di Ruteng Kabupaten Manggarai.

Penutupan keempat bandara tersebut dikonfirmasi Pelaksana Tugas (Plt) General Manejer Airnav Cabang Kupang, Frisdian Noor Hayati melalui pesan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (7/7) malam.

Dia mengatakan sebelumnya ada tiga bandara yakni Bandara Wunopito di Lewoleba, Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere, dan Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo yang ditutup.

Namun pada Senin malam ada tambahan lagi satu bandara yang ditutup operasionalnya yakni Bandara Sales Lega di Ruteng, Manggarai yang harus ditutup imbas letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur.

“Iya ada empat bandara yang sudah ditutup, karena debu vulkanik,” kata Frisdian.

Dia menjelaskan penutupan operasional empat bandara tersebut berdasarkan pemberitahuan atau Notamn yang dikeluarkan oleh Pusat Informasi Aeronautika (PIA) Denpasar. Karena dari hasil paper test terdapat abu vulkanik di landasan empat bandara tersebut.

“Keempat bandara tersebut dari hasil paper test positif VA (Vulkanik Ash),” ujarnya.

Sementara itu Kepala Unit Penyelenggara Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Partahian Panjaitan menyampaikan Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere ditutup sementara sesuai dengan NOTAM Aerodrom Closed Nomor C0894.

NOTAMN mulai tanggal 7 Juli 2025 sampai dengan 8 Juli 2025 pukul 06.00 WITA,” kata Partahian melalui pesan tertulis.

Dia menjelaskan penutupan ini disebabkan jalur penerbangan dan atau area approach bandara terdampak abu vulkanik imbas letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki yang berada di Kabupaten Flores Timur.

“Informasi yang diterima dari Tim Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki pada 6 Juli 2025 dan berdasarkan ASHTAM Nomor : VAWR4071 dan Peta Prediksi Penyebaran Debu Vulkanik dari Satelit Darwin Volvanic Ash Advisory Centre (VAAC), tidak terjadi erupsi namun terdapat angin kencang pada puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki yang kemungkinan menyebabkan abu vulkanik menyebar dan menutupi jalur penerbangan dan/atau area approach Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda,” kata Partahian.

“Mempertimbangkan aspek keselamata
penerbangan maka bandara ditutup sementara,” imbuhnya.

Dia menjelaskan akibat penutupan operasional bandara tersebut, total calon penumpang yang terdampak sebanyak 501 penumpang.

Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT pada Senin (7/7) meletus dengan tinggi semburan abu vulkanik 18 kilometer. Letusan tersebut terjadi pada pukul 11.05 wita.

Letusan tersebut juga disertai lontaran material berupa pasir dan kerikil yang mengakibatkan beberapa desa diselimuti hujan pasir dan kerikil. Selain itu letusan juga disertai dentuman besar dan lontaran awan panas sejauh lima kilometer dari pusat erupsi.

Gunung yang kini berstatus siaga atau level IV dengan tinggi 1.584 meter di atas permukaan laut itu kembali meletus pada Senin malam pukul 19.32 wita dengan tinggi semburan abu vulkanik mencapai 13 kilometer.

Pada letusan Senin malam, disertai dentuman dahsyat hingga membuat warga panik dan juga terjadi hujan abu di beberapa desa seperti Pululera, Bora dan Bora Kedang Kecamatan Wulanggitang. (ely/dna/red)

Redaksi 8 Juli 2025 8 Juli 2025
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Surya Darmadi Emosi, Perusahaannya di Singapura Disita Kejagung
Next Article Harga Emas Naik Lagi
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Tokoh

1 Februari 2026
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?