By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Harga Emas Naik Lagi
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Harga Emas Naik Lagi

By Redaksi Published 8 Juli 2025
Share
4 Min Read
Photo emas batangan
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Harga emas dunia berhasil memangkas kerugian dan melaju ke level yang lebih tinggi usai presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan tarif 25% pada Jepang dan Korea Selatan. Hal ini mendorong peningkatan terhadap permintaan safe haven di tengah penguatan dolar AS.

Harga emas diperkirakan akan menguat ke depan sejalan dengan ketidakpastian yang ditimbulkan tarif Trump.

Pada perdagangan Senin (7/7/2025), harga emas dunia naik 0,30% di level US$3.336,34 per troy ons. Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harga emas ambruk 0,9% pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Pada perdagangan hari ini Selasa (8/7/2025) hingga pukul 05.44 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,09% di posisi US$3.339,36 per troy ons.

Harga emas berhasil memangkas kerugian sebelumnya pada perdagangan Senin setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif 25% untuk barang-barang dari Jepang dan Korea Selatan mulai 1 Agustus, yang mendorong minat terhadap aset safe haven, meskipun dolar AS yang kuat terus menambah tekanan pada logam kuning tersebut.

Pada perdagangan Senin (7/7/2025), indeks dolar AS/DXY menguat 0,53% di level 97,48. Dolar yang lebih kuat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, seharusnya membuat emas yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lainnya.

“Emas bergerak naik sebagai reaksi terhadap tarif 25% Trump terhadap Korea dan Jepang. Sisanya bereaksi sebaliknya. Saham sedikit merosot,” ujar Tai Wong, pedagang logam independen, kepada Reuters dan dikutip dari CNBC Indonesia.

Setidaknya 14 negara akan menghadapi tarif impor tinggi secara menyeluruh mulai 1 Agustus, ungkap Presiden Donald Trump pada Senin.

Dalam serangkaian unggahan di media sosial, Trump membagikan tangkapan layar surat-surat resmi yang mengatur tarif baru kepada para pemimpin negara Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Kazakhstan, Afrika Selatan, Laos, dan Myanmar.

Beberapa jam kemudian, ia membagikan tujuh surat tambahan yang ditujukan kepada para pemimpin Bosnia dan Herzegovina, Tunisia, Indonesia, Bangladesh, Serbia, Kamboja, dan Thailand.

Pada Senin sore, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menunda tenggat waktu tarif yang semula jatuh pada Rabu menjadi 1 Agustus. Dalam perintah tersebut disebutkan bahwa keputusan itu diambil Trump “berdasarkan informasi tambahan dan rekomendasi dari berbagai pejabat senior.”

Untuk sebagian besar negara, tarif baru AS ini hampir sama dengan tarif yang sebelumnya dikenakan setelah Trump mengumumkan tarif “Hari Pembebasan” pada 2 April lalu.

Kebijakan Trump ini diyakini akan memicu ketidakpastian sehingga menguntungkan emas.

Indeks saham utama turun setelah Trump mengenakan tarif terhadap Jepang dan Korea Selatan karena investor menunggu pengumuman lebih lanjut dalam negosiasi perdagangan Gedung Putih.

Pelaku pasar kini menunggu risalah rapat kebijakan terbaru The Fed dan pidato beberapa pejabat The Fed akan dirilis Kamis. Risalah ini untuk wawasan lebih lanjut tentang jalur kebijakan bank sentral.

Di tempat lain, bank sentral China menambahkan emas ke cadangannya pada bulan Juni untuk bulan kedelapan berturut-turut, data resmi dari People’s Bank of China (PBOC) menunjukkan pada hari Senin.

“PBoC khususnya telah mendiversifikasi cadangan devisa secara substansial dan peningkatan ketidakpastian dan risiko geopolitik dapat mempercepat prosesnya,” ujar Zain Vawda, analis di MarketPulse by OANDA.

Bank of America (BoA) dalam sebuah catatan mengatakan bank sentral membeli emas untuk mendiversifikasi cadangan, mengurangi ketergantungan pada dolar AS, dan melindungi terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, seraya menambahkan bahwa pihaknya memperkirakan tren tersebut akan terus berlanjut. (red)

Redaksi 8 Juli 2025 8 Juli 2025
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Imbas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, 4 Bandara di NTT Tutup
Next Article 3 Orang Anggota DPRD Kampar Terseret Kasus
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Nasional

Dadan Hidayana : BGN Senang Kalau Ada Viral, Teguran Buat SPPG

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?