By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

By Redaksi Published 30 Januari 2026
Share
3 Min Read
Photo ilustrasi kapal China
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Sebuah kapal riset ilmiah China disebutkan terdeteksi beroperasi di perairan strategis Laut Arab selama sebulan penuh. Laporan soal aset Beijing ini muncul tak lama setelah kapal induk Amerika Serikat (AS) secara resmi merapat ke wilayah tersebut di tengah ketegangan yang kian membara dengan Iran.

Berdasarkan laporan maritim terbaru yang dikutip Newsweek, Jumat (30/1/2026) dan dilansir dari CNBC Indonesia, kapal riset China bernama Da Yang Yi Hao telah menyisir Laut Arab sejak pertengahan Desember.

Kapal yang juga dikenal sebagai “Ocean No. 1” ini bukanlah kapal sipil biasa. Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa Da Yang Yi Hao adalah kapal riset samudera komprehensif modern pertama China yang mengeksplorasi laut dalam, yang dirancang untuk melakukan penelitian geofisika, kimia kelautan, serta biologi dan akustik.

Kapal ini memiliki kemampuan yang mengerikan bagi pertahanan lawan. Menurut SeaLight, kelompok analisis maritim Universitas Stanford, Da Yang Yi Hao dilengkapi dengan apa yang disebut sebagai sistem pencitraan dasar laut canggih dan kendaraan bawah air yang dioperasikan dari jarak jauh untuk pengambilan sampel, yang memungkinkannya memetakan medan bawah laut dan mencegat komunikasi bawah air.

Laporan pada Februari 2025 menunjukkan bahwa kapal tersebut telah ditingkatkan kemampuannya guna memberikan dukungan yang andal bagi kegiatan survei laut dalam di masa depan. Inisiatif Hidden Reach dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengungkapkan bahwa PLA dan perwakilan sipilnya sedang memanen data dari lautan dunia.

“Meskipun manfaat ilmiah dan komersial mungkin timbul dari penelitian oseanografi China, aktivitas ini juga terbukti krusial bagi PLA dalam memperluas jangkauan operasional dan kemampuan mereka di Samudra Hindia,” tulis laporan tersebut.

Laporan ini muncul saat Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan pada hari Senin bahwa gugus tempur laut yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln telah dikerahkan ke wilayah tersebut untuk mempromosikan keamanan dan stabilitas. Pengerahan ini merupakan sinyal peringatan keras bagi musuh-musuh AS di kawasan itu.

Ketegangan semakin meruncing karena kehadiran armada tempur ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengancam akan melakukan perubahan rezim di Iran menyusul tindakan keras Teheran terhadap protes anti-pemerintah.

The Wall Street Journal bahkan melaporkan bahwa Trump telah memerintahkan militer AS untuk bersiap menghadapi potensi serangan, yang jika terjadi, akan menjadi kali kedua dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Di sisi lain, Beijing tampak berupaya menjaga keseimbangannya mengenai ketegangan Timur Tengah ini lewat jalur diplomasi meskipun tetap menggerakkan armada risetnya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa pihaknya akan terus memastikan perdamaian.

“China berharap Iran akan menjaga stabilitas nasional dan semua pihak akan menghargai perdamaian, menahan diri, dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog,” tuturnya. (tps/tps/red)

Redaksi 30 Januari 2026 30 Januari 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran
Next Article KPK Panggil Eks Menag Yaqut, Dalami Kerugian Negara Kasus Kuota Haji
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Nasional

Dadan Hidayana : BGN Senang Kalau Ada Viral, Teguran Buat SPPG

29 Januari 2026
Nasional

KY Rekomendasi Pecat 3 Hakim, Langgar Etik Berat

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?