By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: China Adukan Cekcok Diplomatik Dengan Jepang ke PBB
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

China Adukan Cekcok Diplomatik Dengan Jepang ke PBB

By Redaksi Published 22 November 2025
Share
3 Min Read
Markas besar PBB
SHARE

NEW YORK, Juangsumatera.com – China telah mengadukan perselisihan diplomatik yang semakin memanas dengan Jepang kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam surat kepada PBB, Beijing menuduh Tokyo mengancam “intervensi bersenjata” terkait Taiwan.

Otoritas China juga berjanji akan membela diri dalam perselisihan diplomatik dengan Jepang yang telah berlangsung dua pekan terakhir ini.

Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, seperti dilansir Reuters, Sabtu (22/11/2025) dan dikutip dari detiknews, telah mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres pada Jumat (21/11) waktu setempat.

Dalam suratnya, Fu menuduh Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi telah melakukan “pelanggaran berat terhadap hukum internasional” dan norma-norma diplomatik ketika dia mengatakan bahwa serangan China terhadap Taiwan dapat memicu respons militer dari Tokyo.

“Jika Jepang berani mencoba intervensi bersenjata dalam situasi lintas selat, itu akan menjadi tindakan agresi,” sebut Fu dalam suratnya, menurut pernyataan yang dirilis misi diplomatik China untuk PBB.

“China akan dengan tegas mempraktikkan hak membela diri berdasarkan Piagam PBB dan hukum internasional, serta dengan tegas mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya,” tegasnya.

Fu, dalam surat kepada Sekjen PBB, menuntut agar Jepang “berhenti melakukan provokasi dan melewati batas, serta menarik kembali pernyataannya yang keliru”. yang menurutnya, telah “secara terbuka menantang kepentingan inti China”.

China memandang Taiwan, yang memiliki pemerintahan demokratis sendiri, sebagai bagian wilayah kedaulatannya. Beijing juga tidak mengesampingkan kemungkinan penggunaan kekerasan untuk menguasai pulau tersebut.

Pemerintah Taipei menolak klaim Beijing, dengan menegaskan hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka. Sejauh ini belum ada tanggapan langsung dari Kantor PM Jepang dan Kementerian Luar Negeri Jepang atas surat Dubes China kepada Sekjen PBB tersebut.

Perselisihan diplomatik terbaru antara Beijing dan Tokyo ini memicu krisis bilateral terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Ketegangan ini dipicu oleh pernyataan kontroversial PM Takaichi kepada anggota parlemen pada awal bulan ini, di mana dia mengatakan bahwa serangan China terhadap Taiwan, yang dianggap mengancam kelangsungan hidup Jepang, akan dapat memicu respons militer.

Pernyataan tersebut menyingkirkan ambiguitas yang sejak lama digunakan Jepang ketika membahas isu Taiwan. Pernyataan PM Takaichi itu menunjukkan pergeseran dari sikap pemerintah Jepang sebelumnya, yang menghindari untuk membahas isu Taiwan secara terbuka agar tidak memprovokasi China.

Reaksi keras diberikan Beijing terhadap pernyataan tersebut, yang kebetulan disampaikan hanya sepekan setelah PM Takaichi bertemu Presiden China Xi Jinping, dengan kedua pemimpin sepakat mengupayakan hubungan yang stabil.

Otoritas China menyebut pernyataan PM Takaichi itu “sangat merusak” kerja sama perdagangan, dengan sektor pariwisata ikut terdampak dan konser musisi Jepang di China tiba-tiba dibatalkan. Sektor kapal pesiar China juga ikut terkena imbasnya, dengan beberapa kapal menghindari pelabuhan Jepang. (nvc/idh/red)

Redaksi 22 November 2025 22 November 2025
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article AS Ancam Pangkas Senjata Intel, Desak Ukraina Setujui Rencana Damai
Next Article Trump Tertawa Bilang Tak Masalah Jika Mamdani Sebut Dirinya Fasis
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Tokoh

1 Februari 2026
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?