By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Biadab, Israel Rilis Peringatan Terakhir Bagi Warga Sipil Tinggalkan Kota Gaza
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Biadab, Israel Rilis Peringatan Terakhir Bagi Warga Sipil Tinggalkan Kota Gaza

By Redaksi Published 2 Oktober 2025
Share
3 Min Read
Warga Gaza sedang mengungsi
SHARE

GAZA CITY, Juangsumatera.com – Israel merilis peringatan terakhir, pada Rabu (1/10) waktu setempat, agar warga sipil Palestina segera meninggalkan Kota Gaza, kota terbesar di Jalur Gaza. Peringatan ini dirilis saat pasukan Tel Aviv semakin memperketat pengepungan atas kota tersebut.

Para saksi mata melaporkan pengeboman besar-besaran melanda Kota Gaza, dengan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan tentara-tentaranya memperketat pengepungan terhadap kota tersebut.

“Ini merupakan kesempatan terakhir bagi warga Gaza yang ingin pindah ke wilayah selatan dan membiarkan para anggota Hamas terisolasi di Kota Gaza,” ucap Katz dalam pernyataannya via media sosial X, seperti dilansir AFP, Kamis (2/10/2025) dan dikutip dari detiknews.

Dia memperingatkan, bahwa mereka yang memilih tetap tinggal di Kota Gaza akan dianggap teroris dan pendukung teroris.

Dalam pernyataannya, Katz mengatakan militer Israel telah merebut Koridor Netzarim, yang menghubungkan wilayah Jalur Gaza bagian tengah dengan pesisir barat wilayah tersebut, yang secara efektif memisahkan wilayah utara Jalur Gaza dari wilayah selatan.

Katz menambahkan bahwa siapa pun yang meninggalkan Kota Gaza ke wilayah selatan harus melewati beberapa pos pemeriksaan militer Israel.

Pengumuman itu disampaikan beberapa jam setelah militer Tel Aviv mengatakan akan menutup rute terakhir yang tersisa bagi orang-orang untuk bisa bepergian dari wilayah selatan ke wilayah utara Jalur Gaza.

Di Kota Gaza, Rabah al-Halabi yang berusia 60 tahun, yang mengungsi di tenda yang didirikan di halaman Rumah Sakit Al-Shifa, menggambarkan ledakan terus-menerus di wilayah tersebut. Al-Halabi menegaskan dirinya tidak akan meninggalkan Kota Gaza.

“Saya tidak akan pergi karena situasi di Kota Gaza tidak berbeda dengan situasi di Jalur Gaza bagian selatan,” ucapnya saat berbicara kepada AFP via telepon.

“Semua area berbahaya, pengeboman terjadi di mana-mana, dan pengungsian itu mengerikan dan memalukan. Kami menunggu kematian, atau mungkin pertolongan dari Tuhan, dan gencatan senjata yang akan datang,” ujar Al-Halabi.

Hal senada disampaikan Fadel al-Jadba yang berusia 26 tahun, yang mengatakan akan tetap tinggal di Kota Gaza. “Kami menginginkan gencatan senjata dengan cara apa pun karena kami frustrasi, kelelahan, dan tidak menemukan seorang pun di dunia yang berdiri bersama kami,” ucapnya kepada AFP.

Kelompok Hamas, dalam tanggapannya, menyebut peringatan yang disampaikan Katz sebagai awal dari meningkatnya kejahatan perang yang dilakukan oleh tentaranya.

Hamas kini sedang mendiskusikan rencana perdamaian untuk Jalur Gaza yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dan didukung oleh Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

Rencana perdamaian itu mencakup seruan gencatan senjata, pembebasan sandera oleh Hamas dalam waktu 72 jam usai gencatan senjata disepakati, perlucutan senjata Hamas, pembebasan tahanan Palestina oleh Israel, dan penarikan secara bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Sumber Palestina yang dekat dengan para pemimpin Hamas mengatakan kepada AFP bahwa belum ada keputusan akhir yang telah diambil, dan bahwa gerakan tersebut kemungkinan akan membutuhkan waktu dua hari hingga tiga hari. (nvc/idh/red)

Redaksi 2 Oktober 2025 2 Oktober 2025
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Kapal Global Sumud Flotilla Dicegat Israel, Kolombia Usir Diplomat Israel
Next Article Penembak Anak Dibawa Umur Hanya Divonis 5 Tahun Penjara
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Tokoh

1 Februari 2026
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?