By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: AS Ancam Pangkas Senjata Intel, Desak Ukraina Setujui Rencana Damai
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

AS Ancam Pangkas Senjata Intel, Desak Ukraina Setujui Rencana Damai

By Redaksi Published 22 November 2025
Share
4 Min Read
Presiden Ukraina
SHARE

WASHINGTON DC, Juangsumatera.com – Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengancam akan mengurangi aktivitas berbagi intelijen dan memangkas pasokan senjata untuk Ukraina, demi menekan negara itu menyetujui rencana perdamaian dengan Rusia, yang telah disetujui Presiden Donald Trump.

Ancaman AS untuk mengurangi aktivitas berbagi intelijen dan memangkas pasokan senjata untuk Kyiv itu, seperti dilansir Reuters, Sabtu (22/11/2205) dan dikutip dari detiknews, diungkapkan oleh dua sumber yang memahami masalah tersebut. Sejauh ini, belum ada respons langsung dari otoritas AS terhadap laporan media tersebut.

Washington mengajukan rencana perdamaian berisi 28 poin kepada Ukraina, yang isinya tampak mendukung banyak tuntutan Rusia dalam perang, termasuk agar Kyiv menyerahkan sebagian wilayah timurnya, mengurangi jumlah personel militer, dan dilarang bergabung dengan aliansi NATO.

Dituturkan salah satu sumber yang dikutip Reuters itu bahwa Ukraina berada di bawah tekanan yang lebih besar dari AS dibandingkan selama diskusi perdamaian sebelumnya. Disebutkan juga oleh sumber itu bahwa Washington ingin Kyiv menandatangani kerangka kerja perjanjian itu paling lambat Kamis (27/11) pekan depan.

Delegasi pejabat senior militer AS telah melakukan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv pada Kamis (20/11) waktu setempat. Duta Besar AS untuk Ukraina dan kepala urusan publik militer yang ikut serta dalam delegasi itu menyebut pertemuan itu sebagai “keberhasilan”.

Disebutkan juga bahwa Washington mengupayakan “jadwal waktu yang agresif” untuk penandatanganan dokumen antara AS dan Ukraina.

Zelensky pada awalnya memberikan respons yang terkesan berhati-hati agar tidak menyinggung AS atau Trump, dengan mengatakan bahwa Ukraina “menghargai upaya Amerika Serikat, Presiden Trump, dan timnya yang bertujuan untuk mengakhiri perang ini”, dan menyatakan siap berdiskusi dengan Washington.

Namun dalam pidato pada Jumat (21/11), Zelensky menolak rencana damai usulan AS, yang disebutnya memberikan “pilihan yang sangat sulit” bagi Ukraina. Dia menyebut rencana perdamaian berisi 28 poin itu membuat Ukraina harus memilih untuk kehilangan martabat atau berisiko kehilangan dukungan dari sekutu utamanya, AS.

Zelensky juga menegaskan tidak akan “mengkhianati” negaranya dengan menyetujui 28 poin rencana perdamaian yang dipandang menguntungkan Rusia tersebut. Namun dia juga menegaskan dirinya akan mengusulkan alternatif untuk rencana perdamaian tersebut.

Rencana perdamaian yang diklaim oleh AS disusun “secara diam-diam” bersama kedua belah pihak selama sebulan terakhir itu, akan mewajibkan Ukraina untuk menyerahkan sebagian wilayah timurnya kepada Rusia, memangkas jumlah pasukan militernya, dan berjanji untuk tidak pernah bergabung NATO.

Sebagian besar ketentuan dalam rencana perdamaian itu tampak banyak memenuhi tuntutan Moskow setelah invasi terhadap Kyiv pada Februari 2022 lalu.

Sejumlah pejabat AS membela rencana perdamaian itu, dengan mengklaim telah berkonsultasi dengan Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, yang juga sekutu dekat Zelensky.

“Umerov … menyetujui sebagian besar rencana tersebut, setelah melakukan beberapa modifikasi, dan menyampaikannya kepada Presiden Zelensky,” klaim salah satu pejabat senior AS yang berbicara kepada Reuters pada Kamis (20/11).

Umerov, dalam tanggapannya, membantah dirinya dilibatkan dalam pembahasan ketentuan dalam rencana perdamaian itu, apalagi menyetujuinya. Dia menegaskan hanya menyelenggarakan pembicaraan dengan pejabat AS saja.

Terlepas dari itu, Trump telah secara terang-terangan mendesak Zelensky untuk menyetujui rencana perdamaian yang diusulkan pemerintahannya tersebut. Dia memberi sang Presiden Ukraina batas waktu hingga 27 November mendatang.

Ditegaskan juga oleh Trump bahwa sang Presiden Ukraina “harus menyukai” rencana perdamaian itu atau negaranya harus terus bertempur melawan Rusia, dan tetap kehilangan wilayahnya.

Para pemimpin negara-negara Eropa sekutu Ukraina, yang tidak diajak berkonsultasi saat penyusunan rencana perdamaian itu, memberikan penolakan. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan bahwa “Rusia tidak memiliki hak hukum apa pun atas konsesi apa pun dari negara yang diinvasinya”. (nvc/idh/red)

Redaksi 22 November 2025 22 November 2025
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Polda Metro : Roy Suryo cs Minta Gelar Perkara Khusus, Hak Tersangka
Next Article China Adukan Cekcok Diplomatik Dengan Jepang ke PBB
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Tokoh

1 Februari 2026
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?