By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Ade Armando dan Grace Natalie Gagal ke Senayan, PSI Gagal Ambang Batas
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Ade Armando dan Grace Natalie Gagal ke Senayan, PSI Gagal Ambang Batas

By Redaksi Published 20 Maret 2024
Share
4 Min Read
PSi tak lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4 persen
SHARE

JAKARTA. Juangsumatera.com — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) gagal memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4 persen pada Pemilu 2024. Dengan demikian, tidak akan ada satu pun caleg yang duduk di DPR RI.

Berdasarkan rekapitulasi suara tingkat nasional, PSI hanya mendapat 4.260.169 suara dari total 151.796.630 surat suara yang sah.

Perolehan suara itu tidak mampu mengantarkan PSI membobol ambang batas. PSI hanya mendapat 2,80 persen dari total suara yang sah. Angka itu masih jauh dari 4 persen ambang batas parlemen dikutip dari CNN Indonesia.

Padahal, jika PSI lolos ambang batas, sedikitnya ada lima caleg yang bisa duduk di Senayan. Mereka adalah, Cynthia Riza, Kursi jatah PSI itu kemungkinan besar akan diisi oleh Cynthia yang mendapat suara 60.003. Namun, karena PSI tak lolos parlemen maka Cynthia harus menerima tidak busa duduk di Senayan.

Ade Armando, Ade maju sebagai caleg untuk dapil ‘Neraka’ Jakarta II. Dapil ini meliputi wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan pemilih dari luar negeri.

Terdapat 7 kursi yang diperebutkan di dapil ini. Berdasarkan penghitungan suara metode sainte lague, dari 7 kursi itu salah satunya seharusnya dapat diisi oleh caleg dari PSI, Ade Armando.

Ade mendapat suara 54.199 coblosan di dapil tersebut. Karena PSI gagal memenuhi ambang batas, maka posisi itu akan digantikan oleh caleg dari Partai Demokrat.

Grace Natali, Grace mendapat suara tertinggi di dapil Jakarta III yakni 193.556 suara. Dia mengalahkan caleg petahana dari NasDem, Ahmad Sahroni dan keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo.

Dengan perolehan suara itu, Grace menyumbang hampir setengahnya dari total suara PSI yang mendapat 305.291 suara. Raihan suara itu menjadikan PSI mendapat 1 kursi, jika dihitung menggunakan metode Sainte Lague.

Dapil Jakarta III mempunyai jatah 8 kursi. Tujuh kursi lainnya akan diisi oleh Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo (Gerindra), Charles Honoris (PDIP), Erwi Aksa (Golkar), Ahmad Sahroni (NasDem), Adang Daradjatun (PKS), Sigit Purnomo (PAN), Nurwayah (Demokrat).

Karena PSI tak lolos parliamentary threshold, maka posisi Grace dapat digantikan oleh caleg dari PDIP Darmadi Durianto yang memperoleh 95.533 suara.

Paulus Totok Lusida, Paulus maju sebagai caleg dari dapil Jawa Timur I. Terdapat 10 kursi yang diperebutkan dari dapil itu.

Suara terbanyak dipegang oleh Partai Gerindra dengan 543.677 suara. Dengan raihan suara itu, Gerindra mendapat 2 jatah kursi di DPR. Terbanyak kedua dipegang oleh PDIP dengan 411.797 suara. Partai ini juga mendapat 2 kursi.

Keenam kursi lainnya bisa diisi oleh caleg dari PKB, Golkar, Nasdem, PKS, PAN dan PSI. Dengan perolehan suara 162.805, Paulus Totok Lusida seharusnya bisa duduk di DPR. Namun, digagalkan oleh partai yang tak memenuhi ambang batas.

Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Isyana Bagus Oka seharusnya dapat masuk ke DPR, tetapi juga harus bersabar karena partainya gagal memenuhi ketentuan ambang batas.

Pada dapil ini ada 10 kursi yang diperebutkan. Karena PSI tak lolos ambang batas, maka jatah Isyana Bagus Oka akan diganti oleh caleg dari PDIP Marinus Gea. Dengan demikian ada dua caleg yang menduduki kursi DPR dari PDIP nantinya. Salah satu lagi diisi oleh Rano Karno. (Tim)

Redaksi 20 Maret 2024 20 Maret 2024
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Rekapitulasi KPU Rampung: PPP dan PSI Gagal, 8 Partai Lolos Parlemen
Next Article LPPNRI Kampar : Sudah Seharusnya Pungutan Mobil Pembawa Sawit Ditutup
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Tokoh

1 Februari 2026
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?