JAKARTA Juangsumatera.com – Kelompok Houthi dari Yaman melakukan serangan besar-besaran terhadap kapal dagang yang ada di Laut Merah, Selasa malam waktu setempat.
Serangan diluncurkan dari dua lokasi yakni Barat Daya Mokha dan Hodeidah, Yaman. Sekitar 50 kapal dagang berada di daerah tersebut pada saat serangan terjadi. Roket serta drone menghujani kapal-kapal yang berlayar.
Para kru melaporkan serangan dari tembakan roket, serta drone bersenjata pada Selasa malam, lapor pejabat Kementerian Pertahanan (Pentagon) AS yang enggan disebutkan namanya, dikutip CNBC International, Rabu (10/1) dilansir dari CNBC Indonesia.
Penyerangan juga dilaporkan perusahaan keamanan maritim global Ambrey. Saksi melaporkan melihat tiga kapal kecil dan dua rudal ditembakkan dari arah kapal tersebut. Mereka juga dilaporkan melihat drone terbang di depan kapal, tambah perusahaan itu.
Serangan ini dianggap sebagai serangan terbesar Houthi terhadap pelayaran komersial sejak serangan Israel ke Gaza dan dibentuknya Operation Prosperity Guardian oleh AS dan 13 negara sekutunya. Houthi sendiri menyerang kapal-kapal yang diyakininya terkait Israel atau akan menuju ke Negeri Zionis itu.
Houthi menyebut, ini sebagai protes serangan ke Gaza yang telah terjadi sejak 7 Oktober hinga kini yang menewaskan 23.000 warga. Milisi yang didukung Iran itu memperingatkan bahwa mereka tidak akan mengurangi jumlah serangan sampai Gaza menerima makanan dan obat-obatan yang dibutuhkannya.
Sementara itu, pasukan AS dan koalisinya dilaporkan mengirimkan armada tempurnya mendekati wilayah-wilayah tersebut. Dikatakan pula tidak ada kapal perang Iran yang berada saat serangan terjadi.
“Empat kapal perang koalisi dikerahkan ke wilayah tersebut. Ini adalah serangan terbesar terhadap pelayaran komersial,” bunyi laporan yang sama. (Tim)


