By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: PKS Desak Konsekuensi Hukum ke Israel, Setelah Relawan GSF Ditangkap
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

PKS Desak Konsekuensi Hukum ke Israel, Setelah Relawan GSF Ditangkap

By Redaksi Published 25 Mei 2026
Share
3 Min Read
Anggota Komisi I DPR Fraksi PKS, Jazuli Juwaini
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Anggota Komisi I DPR Fraksi PKS sekaligus Ketum PB Mathla’ul Anwar, Jazuli Juwaini, mengapresiasi pemerintah Indonesia atas kepulangan sembilan WNI relawan dan jurnalis peserta Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 ke Tanah Air. Jazuli mendesak Israel menerima konsekuensi hukum dan politik atas tindakan terhadap para aktivis GSF.

“PB Mathla’ul Anwar mengapresiasi langkah cepat dan tegas Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri, serta berbagai elemen masyarakat sipil, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan komunitas internasional yang terus menyuarakan kecaman keras terhadap tindakan Israel,” ujar Jazuli kepada wartawan, Senin (25/5/2026) dikutip dari detiknews.

Jazuli menyesalkan perlakuan tidak manusiawi terhadap para relawan dan aktivis kemanusiaan, termasuk jurnalis, selama penahanan oleh pihak Israel. Dia lantas mendorong konsekuensi hukum dan politik internasional terhadap Israel.

“Karena itu, persoalan ini tidak boleh berhenti hanya pada pembebasan para relawan. Israel harus tetap menerima konsekuensi hukum dan politik internasional atas tindakan biadab dan pelanggaran kemanusiaan yang dilakukannya,” tegasnya.

PB Mathla’ul Anwar, lanjutnya, mendesak Dewan Keamanan PBB, Mahkamah Internasional, dan seluruh komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata berupa sanksi dan tekanan internasional terhadap Israel, sekaligus memastikan peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Jazuli juga menegaskan, bahwa insiden ini tidak boleh menyurutkan semangat solidaritas global untuk terus membantu rakyat Gaza dan Palestina. Upaya menembus blokade demi menyalurkan bantuan kemanusiaan, kata Jazuli, harus terus dilakukan sebagai bentuk keberpihakan terhadap rakyat Palestina yang selama ini tertindas.

“Solidaritas kemanusiaan tidak boleh kalah oleh intimidasi dan kekerasan. Dunia harus terus berdiri bersama rakyat Palestina demi tegaknya keadilan, kemerdekaan, dan nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya.

Diketahui, relawan Global Sumud Flotilla 2026 asal Indonesia yang ditangkap Israel akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu (24/5) sore. Mereka disambut oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.

Penangkapan terhadap sembilan WNI ini berawal saat pasukan Israel mulai mencegat sejumlah kapal bantuan kemanusiaan GSF pada Senin (18/5) lalu. Armada kapal GSF dicegat secara bertahap dan para relawan ditangkap Israel.

Semua relawan GSF, termasuk sembilan WNI, telah bebas pada Kamis (21/5) waktu setempat. Mereka tiba lebih dulu di Turki menggunakan pesawat yang disewa otoritas setempat.

Sejumlah WNI yang ditangkap Israel melaporkan mendapat perlakuan tak manusiawi. Bahkan beberapa di antaranya mengabarkan mendapat kekerasan fisik seperti dipukul atau disetrum. (fca/imk/red)

Redaksi 25 Mei 2026 25 Mei 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Menkop: Ekonomi Syariah Harus Jadi Gerakan Kolaboratif Inklusif
Next Article Netanyahu Kesulitan Pengaruhi Trump Soal Iran
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Puluhan Ribu Orang Akan Dievakuasi, Tangki Kimia Raksasa Mau Meledak

25 Mei 2026
Nasional

Netanyahu Kesulitan Pengaruhi Trump Soal Iran

25 Mei 2026
Nasional

Menkop: Ekonomi Syariah Harus Jadi Gerakan Kolaboratif Inklusif

25 Mei 2026
Nasional

Kapal China dan Taiwan Saling Hadang di Laut China Selatan

24 Mei 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?