KAMPAR, Juangsumatera.com – Kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang terancam Ketersedian Obat hal tersebut disebabkan karena terjadinya tunggakan hutang kepada pihak ketiga/penyedia obat.
Dirut RSUD Bangkinang, Dr Irmawan Hardiman ketika dihubungi Juangsumatera.com, Senin (11/5/2026) melalui telepon genggam memilih bungkam. Pesan singkat yang dikirim tak kunjung dibalas nya dan ketika dihubungi melalui telepon genggam juga tidak mau mengangkat.
Sebelum nya, Ketua Komisi 2 DPRD Kampar, Tony Hidayat ketika dihubungi melalui telepon genggam, Kamis siang (23/4/2026) mengatakan, bahwa RSUD Bangkinang terancam ketersedian obat. Ketersedian obat di RSUD Bangkinang hanya untuk 4 bulan depan.
“Ketersedian obat di RSUD Bangkinang hanya untuk 4 bulan kedepan, obat di rumah sakit tidak boleh putus,” terang Tony Hidayat.
Dikatakan lebih lanjut oleh oleh Tony Hidayat, untuk menambah obat di RSUD Bangkinang harus dimasukan kedalam APBD perubahan tahun 2026 ini. “Mudah – mudahan ketersedian obat untuk 4 bulan kedepan di RSUD Bangkinang masih ada,” serunya.
Ketika ditanya berapa hutang obat RSUD Bangkinang kepada pihak ke tiga dan Tony Hidayat mengatakan, disaat RDP pihak RSUD Bangkinang mengakui ada tunggakan hutang obat dengan pihak ke tiga.
Terkait besarnya tunggakan hutang obat tersebut secara detil saya kurang tahu, yang lebih mengetahui pihak RSUD Bangkinang, terang Tony Hidayat.
Tony Hidayat juga mengatakan, Jamkesda juga terjadi tunggakan di RSUD Bangkinang sebesar 6,1 milyar. Tunggakan tersebut sepakat disahkan antara RSUD Bangkinang dengan Dinas Kesehatan Kampar didalam RDP di Komisi 2.
Bupati Kampar juga telah perintahkan pemeriksaan khusus terkait tunggakan di RSUD Bangkinang dan hasil nya belum keluar dan kita tunggu hasil nya, kata nya. (yl)


