JAKARTA, Juangsumatera.com – Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Ditjenim Kemenimipas), Hendarsam Marantoko, menyampaikan akan menyiapkan strategi mengatasi pungli oleh oknum pegawai di jajarannya.
Dia akan mengundang para direktur di jajaran Direktorat Imigrasi untuk mencari formula menangani penyimpangan perilaku para oknum.
Hal ini disampaikan Hendarsam saat menjawab pertanyaan dari wartawan soal dugaan pungli di Kantor Imigrasi Batam. Korban dari dugaan pungli tersebut adalah warga negara Singapura yang berlabuh di Pelabuhan Ferry Batam.
“Masalah di Batam, hal tersebut langsung direspons cepat teman-teman di kepatuhan internal, dan sudah dilakukan sanksi terhadap mereka. Kedua, supaya hal ini tidak berulang yang pasti metodologi yang kita pakai adalah mencari akar masalahnya dari semua permasalahan ini,” kata Hendarsam di Aula Jusuf Adiwinata, Kantor Kemenimipas, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Rabu (1/4/2026) dikutip dari detiknews.
Ia menegaskan tak ingin mengatasi keluhan pengguna layanan keimigrasian dengan prinsip ‘tambal sulam’. Oleh sebab itu, Hendarsam menekankan perlunya kebersamaan dalam membahas pencegahan pungli bersama para direktur, agar pelanggaran serupa tak terulang di masa mendatang.
Mau kecil atau besar, kita cari akar masalah, lalu kita cari jalan keluar, itu metodologinya. Jadi tidak tambal sulam, tidak hanya masalah penindakan kemudian ada lagi. Kita cari akar masalahnya, kemudian kita buat sebuah juklak (petunjuk pelaksanaan), juknis (penunjukan teknis) yang kemudian secara struktural bisa berjalan baik,” jelas dia.
Hendarsam meyakini, selama sistem tak tegas, akan selalu ada celah pelanggaran. Sebaliknya, sistem yang tegas dapat memperbaiki atau membenahi yang salah.
“Apa pun itu, saya rasa semua pelanggaran kalau sistemnya tidak rigid, masih ada celah, itu kita perbaiki. Akar masalahnya apa, itu kita cari. Nanti saya akan bicara dengan para direktur untuk melihat hal tersebut,” pungkas Hendarsam. (aud/fjp/red)


