By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Trump Akhirnya Menyerah ke Xi Jinping, Tak Kuat Lawan China
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Trump Akhirnya Menyerah ke Xi Jinping, Tak Kuat Lawan China

By Redaksi Published 17 Februari 2026
Share
5 Min Read
Presiden AS Donald Trump
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Amerika Serikat (AS) kembali memperlihatkan sinyal pelonggaran sikap terhadap China. Pada akhir 2025, Presiden AS Donald Trump mengambil langkah yang menuai kontroversi dengan mengizinkan ekspor chip kecerdasan buatan (AI) canggih H200 produksi Nvidia ke China.

Kebijakan tersebut langsung menuai penolakan dari sejumlah kalangan, baik dari Partai Republik maupun Demokrat. Mereka menilai pengiriman chip H200 ke China berpotensi mengancam keamanan nasional AS, karena dapat mempercepat pengembangan teknologi AI yang dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan militer Negeri Tirai Bambu.

Tak hanya itu, pemerintah AS kembali mengambil langkah yang dinilai lebih lunak terhadap China. Washington memutuskan menarik kembali daftar terbaru perusahaan-perusahaan China yang sebelumnya dituding berperan membantu militer Beijing.

Padahal, baru beberapa saat lalu AS memasukkan beberapa perusahaan China tambahan ke ‘daftar hitam’, termasuk Alibaba dan Baidu. Dokumen resminya cuma terunggah sekitar satu jam, lalu beberapa daftar perusahaan China tambahan di dalamnya dihapus, termasuk CXMT dan YMTC.

CXMT dan YMTC dilaporkan sebagai dua produsen chip yang berencana memperbesar kapasitas produksinya di tengah krisis chip memori global.

Penghapusan beberapa perusahaan China dari ‘daftar hitam’ tersebut kembali menuai kecaman dari para pendukung kebijakan keras terhadap China di Washington. Mereka khawatir keahlian pembuatan chip yang makin berkembang dari perusahaan-perusahaan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan militer China.

“Kami ingin menghapus pemberitahuan ini dari pemeriksaan publik dan menarik pemberitahuan ini dari publikasi di Federal Register,” demikian bunyi surat Pentagon kepada Federal Register, jurnal resmi pemerintah AS, tanpa menyebutkan alasan spesifik, dikutip dari Reuters, Selasa (17/2/2026) dan dilansir dari CNBC Indonesia.

Pentagon dan Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar. Kedutaan Besar China di Washington juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.

“Semoga (Pentagon) menarik dokumen terbarunya. Sebab, penghapusan CXMT dan YMTC [dari ‘daftar hitam’] adalah sebuah kesalahan,” kata Chris McGuire, mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih di bawah Presiden Joe Biden.

Tambahan lain pada dokumen yang ditarik pada Jumat (13/2) termasuk produsen mobil BYD, perusahaan bioteknologi WuXi AppTec, dan perusahaan teknologi robotika berbasis AI RoboSense Technology Co Ltd.

Publikasi dan penarikan daftar yang tergesa-gesa ini terjadi ketika pemerintahan Trump berusaha menghindari permusuhan dengan China setelah gencatan senjata perdagangan yang dicapai oleh Trump dan Xi Jinping di Busan pada Oktober 2025.

Sejak saat itu, pemerintahan Trump mengambil sikap yang lebih lunak terhadap China. Mereka memberi Nvidia lampu hijau untuk mengekspor chip AI tercanggih kedua mereka ke China dan menunda aturan yang akan melarang ribuan perusahaan China untuk membeli teknologi AS.

Pada Kamis (12/2/2026), Reuters melaporkan pemerintahan Trump telah menunda sejumlah langkah keamanan nasional yang ditujukan kepada Beijing, termasuk larangan operasi China Telecom di AS dan pembatasan penjualan peralatan China untuk data center AS.

Trump diperkirakan akan melakukan perjalanan ke China pada April 2026, meskipun tanggal kunjungan tersebut belum ditetapkan.

Sebagai catatan, ‘daftar hitam’ Pentagon tidak secara resmi menjatuhkan sanksi kepada perusahaan-perusahaan China. Namun, berdasarkan undang-undang baru, departemen tersebut akan dicegah dalam beberapa tahun mendatang untuk melakukan kontrak dan pengadaan dari perusahaan-perusahaan yang ada dalam daftar tersebut.

Dimasukkan ke dalam daftar tersebut juga mengirimkan pesan kepada pemasok Pentagon, pemerintah, dan lembaga-lembaga AS lainnya tentang pendapat militer AS terhadap perusahaan-perusahaan tersebut. Beberapa perusahaan China yang masuk ‘daftar hitam’ juga telah menggugat AS karena tak terima masuk daftar.

Seorang juru bicara Alibaba mengatakan tidak ada dasar untuk dimasukkannya perusahaan tersebut dan mengancam akan mengambil tindakan hukum.

“Alibaba bukanlah perusahaan militer China maupun bagian dari strategi fusi militer-sipil apa pun,” kata juru bicara tersebut.

Daftar tersebut sudah mencakup perusahaan-perusahaan besar China seperti Tencent Holdings, salah satu perusahaan teknologi terbesar di China, dan CATL, produsen baterai utama di industri kendaraan listrik.

“Ini tampaknya merupakan masalah proses yang terkait dengan persetujuan antar lembaga pada beberapa perusahaan yang dihapus,” kata Eric Sayers, seorang peneliti nonresiden di American Enterprise Institute yang mengkhususkan diri dalam kebijakan pertahanan Asia-Pasifik dan kebijakan teknologi AS-China.

“Menurut saya, penambahan baru tersebut kemungkinan tidak akan berubah, tetapi beberapa penghapusan masih dalam proses peninjauan dan dapat tetap ada dalam daftar yang diperbarui,” kata Sayers. (luc/luc/red)

Redaksi 17 Februari 2026 17 Februari 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Trump Ungkap Fakta Baru Soal Board of Peace
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Trump Ungkap Fakta Baru Soal Board of Peace

17 Februari 2026
Nasional

Mensos : 11 Juta BPJS PBI Dinonaktifkan, 40 Ribu Ajukan Reaktivasi

16 Februari 2026
Nasional

Awal Puasa Ramadhan Berpotensi Berbeda, Sidang Isbat 2026 Besok

16 Februari 2026
Nasional

Israel Serang Perbatasan 2 Negara Arab, Korban Berjatuhan

16 Februari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?