By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Respons AS Terkait China Kepung Taiwan
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Respons AS Terkait China Kepung Taiwan

By Redaksi Published 2 Januari 2026
Share
3 Min Read
Photo bendera AS
SHARE

JAKARTA, Juangsumatera.com – Amerika Serikat (AS) merespons keras latihan militer besar-besaran China di sekitar Taiwan yang mensimulasikan pengepungan pulau tersebut. Washington menilai langkah Beijing hanya akan meningkatkan ketegangan kawasan secara tidak perlu.

Paman Sam mendesak China menghentikan tekanan militernya terhadap Taipei. Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menegaskan aktivitas militer dan retorika China berpotensi merusak stabilitas regional.

“Aktivitas militer dan retorika China terhadap Taiwan dan negara-negara lain di kawasan itu meningkatkan ketegangan secara tidak perlu,” ujar Pigott dalam pernyataannya pada Kamis (1/1/2026), seperti dikutip AFP. dan dilansir CNBC Indonesia.

“Kami mendesak Beijing untuk menahan diri, menghentikan tekanan militernya terhadap Taiwan, dan sebaliknya terlibat dalam dialog yang bermakna,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menyusul latihan militer China pada Senin dan Selasa pekan ini, yang melibatkan peluncuran rudal serta pengerahan puluhan jet tempur, kapal angkatan laut, dan kapal penjaga pantai. Beijing menyebut manuver itu sebagai simulasi blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Taiwan.

Pemerintah Taiwan mengecam latihan tersebut sebagai tindakan “sangat provokatif”. China sendiri mengklaim Taiwan yang demokratis sebagai bagian dari wilayahnya dan berulang kali menyatakan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mencaplok pulau itu.

Pigott menegaskan kembali posisi AS yang selama ini mendukung stabilitas kawasan. Ia mengatakan, Amerika Serikat mendukung perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan menentang perubahan sepihak terhadap status quo, termasuk dengan kekerasan atau paksaan.

Sikap Departemen Luar Negeri itu kontras dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump. Ia mengaku tidak terlalu khawatir dengan latihan tembak langsung China tersebut dan meragukan Beijing akan benar-benar melancarkan invasi.

“Saya memiliki hubungan yang baik dengan Presiden Xi. Dan dia belum memberi tahu saya apa pun tentang itu,” kata Trump kepada wartawan.

Trump juga menilai latihan angkatan laut China di kawasan tersebut bukan hal baru. Mereka, ujar Trump, telah melakukan latihan angkatan laut selama 20 tahun di daerah itu. “Sekarang orang-orang menanggapinya sedikit berbeda,” ujarnya.

Latihan terbaru China ini terjadi setelah pemerintahan Trump menyetujui paket penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Selama beberapa dekade, AS berkomitmen membantu kemampuan pertahanan diri Taiwan, meski tetap bersikap ambigu soal kemungkinan keterlibatan langsung militernya jika terjadi invasi.

Manuver kali ini menjadi putaran besar keenam latihan militer China di sekitar Taiwan sejak 2022. Operasi awal terjadi ketika kunjungan Ketua DPR AS saat itu, Nancy Pelosi, ke Taipei memicu kemarahan Beijing. (tfa/sef/red)

Redaksi 2 Januari 2026 2 Januari 2026
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Merugi Terus, KFC dan Pizza Hut Merger Rp14,7 T
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Merugi Terus, KFC dan Pizza Hut Merger Rp14,7 T

2 Januari 2026
Nasional

Prabowo : Menteri Serba Susah karena Dikritik ke Lokasi Bencana

2 Januari 2026
Nasional

Rusia Tembak 5.134 Drone ke Ukraina

2 Januari 2026
Nasional

Khawatir Disita AS, Kapal Minyak Venezuela Ubah Identitas

1 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?