By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: PBB : 87 Persen Wilayah Gaza di Bawah Perintah Militer Israel
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

PBB : 87 Persen Wilayah Gaza di Bawah Perintah Militer Israel

By Redaksi Published 22 Juli 2025
Share
1 Min Read
Warga Gaza sedang berkumpul ditempat posko bantuan
SHARE

GAZA CITY, Juangsumatera.com – Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan bahwa sebanyak 87,7 persen wilayah Jalur Gaza kini berada di dalam zona militer Israel, atau di bawah perintah pengungsian, atau di wilayah yang berada di dalam kedua zona tersebut.

Hal tersebut, seperti dilansir kantor berita Anadolu Agency, Selasa (22/7/2025) dan dikutip dari detiknews, disampaikan oleh juru bicara PBB Stephane Dujarric dengan mengutip laporan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

“Sebesar 87,7 persen wilayah Gaza kini berada di bawah perintah pengungsian atau di dalam zona pengungsian, yang memaksa sekitar 2,1 juta orang ke wilayah terfragmentasi di area tersebut di mana hampir tidak ada layanan yang tersedia,” sebut Dujarric dalam konferensi pers.

Dia menyebutkan bahwa lebih dari 1,3 juta orang di Jalur Gaza membutuhkan tempat berlindung dan perlengkapan rumah tangga.

“Cuaca yang keras, kelembapan, kepadatan penduduk, dan seringnya pembongkaran serta pemasangan kembali tenda dan terpal menyebabkan masa pakai lebih pendek bagi tempat perlindungan tersebut,” ucap Dujarric.

Dia menyoroti situasi mengerikan di Jalur Gaza, di mana tidak ada pasokan tempat perlindungan yang dikirimkan selama lebih dari empat bulan terakhir.

“Krisis bahan bakar masih terus berlanjut,” kata Dujarric dalam pernyataannya. (nvc/ita/red)

Redaksi 22 Juli 2025 22 Juli 2025
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Eks Marinir Gabung Tentara Rusia Mau Jadi WNI Lagi, Anggota DPR Heran
Next Article Koperasi Merah Putih di Kalteng Mengeluh dan Baru Diluncurkan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Tokoh

1 Februari 2026
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?