By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Cari KMP Tunu Pratama Jaya, Teknologi Pencarian Bawah Laut Disiapkan
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Cari KMP Tunu Pratama Jaya, Teknologi Pencarian Bawah Laut Disiapkan

By Redaksi Published 5 Juli 2025
Share
3 Min Read
Petugas sedang mencari kapal yang tenggelam
SHARE

SURABAYA, Juangsumatera.com — Tim SAR gabungan tengah menyiapkan underwater searching device atau perangkat pencarian bawah laut untuk mendeteksi keberadaan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali.

Peralatan tersebut meliputi teknologi magnetometer, sonar, dan sensor bawah laut lainnya. Teknologi itu nantinya akan dipasang di kapal milik unsur laut untuk melakukan pencarian di hari ketiga ini, Sabtu (5/7/2025).

“Kami me-request peralatan tersebut untuk hadir di sini. Distrik navigasi telah menseting alatnya. Setelah tiba, kita akan fitting dan melakukan pencarian serta pendalaman dengan tim gabungan yang ada,” kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, dikutip dari
CNN Indonesia.

Berdasarkan hasil evaluasi pencarian hari kedua kemarin yang tidak membuahkan hasil. Ribut mengatakan, Tim SAR gabungan sepakat untuk mencari titik pasti koordinat atau fix datum KMP Tunu Pratama Jaya. “Apabila fix datum ini sudah bisa kita yakini, kita akan menentukan langkah berikutnya,” ucapnya.

Kemudian dalam operasi hari ini Tim SAR gabungan tetap memaksimalkan tiga SRU laut, udara, dan darat. Namun ada tambahan unsur laut serta udara dari Koarmada II berupa satu unit KRI Pangyudo dan Helikopter Panther.

“Di dalam satu KRI itu ada dua tim yaitu satu tim penyelam dan satu tim Kopaska. Mudah-mudahan rencana kerja hari ini bisa maksimal dan dari fix datum bisa kita yakinkan bahwa itu benar,” ucapnya.

Jika titik pasti kapal tenggelam telah ditemukan, maka pihaknya segera menerjunkan tim penyelam. Total personel penyelam profesional yang disiapkan sekitar 22 orang.

“Dan pagi ini paralel ada tim diver yang sudah di sini ada 22 orang saat ini sedang melakukan medical check up di rumah sakit RSUB Banyuwangi. Kemudian kita akan mengecek legalitas mereka, kemudian menyiapkan form untuk persiapan mereka,” pungkas dia.

Seperti diketahui KMP Tunu Pratama Jaya dikabarkan tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali Rabu (2/7) malam.

Petugas jaga Syahbandar melihat kapal tenggelam sekitar Pukul 23.35 WIB. Posisi terakhir kapal terlihat di perairan Selat Bali pada koordinat _8° 9’32.35″S 114°25’6.38_.

Hingga Sabtu (5/7) pagi, dari total 65 penumpang dan awak kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang tercatat dalam manifest, sebanyak 36 orang di antaranya sudah ditemukan.

Dari 36 korban yang ditemukan, 6 orang di antaranya dalam kondisi meninggal dunia, kemudian 30 orang selamat. Sedangkan 29 orang lainnya masih dalam pencarian.

Pencarian di bawah laut ini dibutuhkan. Pasalnya sebelumnya, Tim SAR gabungan menduga ada korban yang terjebak di dalam kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali. Hal itu diungkap Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator.

“Karena ini kan kondisi kapal ini kan tenggelam full ya, artinya ada kemungkinan apakah ada yang memang di dalam kapal, tapi sebetulnya saat ini kami fokus di permukaan air dulu ya, kemudian nanti akan berkembang,” kata Nanang, Kamis (3/7). (frd/sur/red)

Redaksi 5 Juli 2025 5 Juli 2025
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article Prabowo Ajukan Indroyono Soesilo Dubes AS dan Adik Luhut Dubes Jepang
Next Article Arab Saudi : Gencatan Senjata Permanen di Gaza Jadi Prioritas
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Tokoh

1 Februari 2026
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?