By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Juang Sumatera Juang Sumatera Juang Sumatera
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Reading: Iran Yakin Bisa Bertahan Walaupun Perundingan Nuklir dengan AS Gagal
Share
Font ResizerAa
Juang Sumatera Juang Sumatera
  • Advetorial
  • Bisnis
  • Budaya
  • Digital
  • Industri
  • Infrastruktur
  • Keuangan
  • Listrik
Search
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Olahraga
  • Riau
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Inhil
    • Inhu
    • Kampar
    • Kuansing
    • Meranti
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Rohil
    • Rohul
  • Peristiwa
  • Politik
  • Lainnya
    • Opini
    • Wisata
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

Iran Yakin Bisa Bertahan Walaupun Perundingan Nuklir dengan AS Gagal

By Redaksi Published 27 Mei 2025
Share
3 Min Read
Presiden Iran Masoud Pezeshkian
SHARE

TEHERAN, Juangsumatera.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian meyakini negaranya akan mampu bertahan, jika perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) gagal mencapai kesepakatan, dan jika lebih banyak sanksi Barat diterapkan.

Pernyataan Pezeshkian ini, seperti dilansir Reuters, Selasa (27/5/2025) dan dikutip dari detiknews, disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan perundingan putaran kelima antara Teheran dan Washington pada akhir pekan berlangsung “sangat baik”. Namun otoritas Iran menyebut perundingan itu “rumit”.

“Tidak seperti kita akan mati kelaparan jika mereka menolak untuk berunding dengan kita atau menjatuhkan sanksi-sanksi,” kata Pezeshkian dalam pernyataannya, merujuk pada perundingan dengan AS membahas program nuklir Iran, seperti dikutip media pemerintah Iran.

“Kita akan menemukan cara untuk bertahan hidup,” tegasnya.

Perundingan nuklir antara Iran dan AS yang dimulai sejak April lalu, merupakan kontak level tertinggi antara kedua negara sejak Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir penting Teheran tahun 2015 saat masa jabatan pertama Trump.

Perundingan itu bertujuan untuk menyelesaikan perselisihan selama puluhan tahun mengenai ambisi nuklir Iran. Trump mengatakan dirinya mendukung dialog, namun juga mengancam Teheran dengan sanksi ekonomi yang melumpuhkan dan pengeboman jika tidak ada perjanjian nuklir baru yang dicapai.

Pertaruhannya terlalu tinggi bagi kedua negara dalam perundingan nuklir tersebut. Trump bertekad membatasi potensi Teheran untuk memproduksi senjata nuklir, yang dapat memicu perlombaan senjata nuklir regional dan mungkin mengancam Israel, sekutu dekat AS.

Sedangkan Iran menginginkan kesepakatan baru yang akan meringankan rentetan sanksi Barat yang menghantam perekonomiannya, sembari tetap mempertahankan program nuklirnya yang diklaim semata-mata untuk tujuan sipil.

Pekan lalu, delegasi Iran dan AS baru saja menggelar putaran kelima perundingan nuklir di Roma, Italia. Meskipun tanda-tanda kemajuan terbatas muncul, namun ada banyak poin kesepakatan yang sulit dicapai, terutama masalah pengayaan uranium Teheran.

Ketika ditanya soal laporan Iran akan membekukan pengayaan uraniumnya selama tiga tahun demi mencapai kesepakatan dengan AS, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan dalam konferensi pers: “Iran tidak akan pernah menerima hal itu.”

Baqaei juga mengesampingkan kemungkinan kesepakatan nuklir sementara dengan Washington, dengan menepis laporan media soal kesepakatan interim sedang dipertimbangkan sebagai langkah sementara menuju kesepakatan akhir.

Dia mengatakan bahwa Teheran sedang menunggu keterangan lebih lanjut dari mediator Oman mengenai waktu untuk putaran perundingan berikutnya.

“Jika ada niat baik dari pihak Amerika, kami juga optimis, tetapi jika perundingan ditujukan untuk mengekang hak-hak Iran, maka perundingan tidak akan membuahkan hasil,” tegas Baqaei dalam pernyataannya. (nvc/ita/red)

Redaksi 27 Mei 2025 27 Mei 2025
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Email Print
Berikan Ulasan Anda untuk Berita ini
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Previous Article MK Perintahkan Pemerintah Gratiskan Sekolah SD dan SMP Swasta
Next Article Kerugian Negara 60 Miliar Kasus KUR Bangkinang Agar Dihukum Seberatnya
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Nasional

Abraham Samad Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Tokoh

1 Februari 2026
Nasional

Diam-Diam Kapal Intel China Berlayar Dekat Iran

30 Januari 2026
Nasional

Trump Kumpulkan Israel dan Saudi, Persiapan Serang Iran

30 Januari 2026
Nasional

Banjir di Bekasi Meluas, 49 Desa di 16 Kecamatan Terendam

29 Januari 2026
Show More

JUANG SUMATERA

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan

Sekilas

Menyajikan berita, informasi, data, dan hasil riset secara mendalam bagi kepentingan para pemimpin bisnis dan pengambil kebijakan, namun dikemas secara lugas dan atraktif agar mudah dipahami publik.
Kategori Lainnya
  • Riau
  • Infrastruktur
  • Digital
  • Keuangan
 
  • Bisnis
  • Industri
  • Listrik
  • Pertambangan

Langganan Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form]
© juangsumatera.com - All Right Reserved
Welcome Back!

Masuk ke akun Anda

Lost your password?